Seruan itu dikampanyekan di setiap tempat, tak terkecuali, di masjid, seperti saat khotbah. Dalam khotbah Jumat di Masjid Universitas Teheran, Ayatollah Ahmad Jannati, ulama garis keras, memperingatkan, jika jumlah pemilih sedikit, berarti kekalahan bagi Iran. Tanpa menyebut salah seorang dari delapan kandidat presiden, ia mengajak rakyat untuk menaklukkan musuh-musuh negara dengan cara mengikuti pemilu.
Jannati menyatakan, musuh-musuh Iran berusaha mengecilkan hati rakyat melalui propaganda permusuhan yang bertujuan meruntuhkan legitimasi negara Islam ini. Tingginya jumlah pemilih, menurut Jannati, akan menjadi bukti bagi Israel dan AS bahwa tujuan mereka tak tercapai dan kepentingan kedua negara itu di Iran terancam.
Sejauh ini, para ulama berusaha keras mengikis sikap apatis dan kekecewaan para pemilih, terutama kaum muda Iran atas kelambanan reformasi yang dijalankan Presiden Mohammad Khatami sejak kemenangannya pada 1997 dan 2001.
Pendukung para kandidat juga sibuk berkampanye, antara lain dengan menyebarkan pamflet dan poster. Di antaranya, pendukung mantan Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, mantan komandan pasukan Garda Revolusi Muhammad Baqer Qalibaf, dan Wali Kota Teheran Mahmud Ahmadinejad. (lpt/tut)