< >

Arroyo Serukan Persatuan dan Janji Jaga Demokrasi

Senin, 13 Juni 2005 17:01
Kapanlagi.com - Presiden Philipina Gloria Arroyo serukan persatuan dan berjanji menjaga demokrasi di negaranya ditengah-tengah seruan pihak oposisi yang memintanya untuk mengundurkan diri. Sebelumnya Arroyo membantah tuduhan bahwa dia berbuat curang dalam pemilihan presiden tahun 2004 lalu.

"Mari kita singkirkan politik kotor dan mulai fokus pada peningkatan ekonomi kita," jelasnya dalam sebuah pidato memperingati hari kemerdekaan negaranya.

Sekitar lima ribu pengunjuk rasa anti pemerintah gagal menarik perhatian massa yang besar di Manila, Minggu kemarin (12/6). Meskipun demikian, aksi demo tersebut sempat membuat pasukan keamanan di negara bekas jajahan Inggris tersebut dalam kondisi siaga tinggi.

Pengamanan ditingkatkan pada liburan akhir pekan lalu disaat pemerintah memperingatkan rencana untuk menjatuhkan presiden. Sabtu (11/6) lalu, sekitar 5 ribu orang melakukan aksi demo secara damai yang meminta Arroyo mengundurkan diri untuk menghindari perpecayah dinegaranya.

Senator oposisi yakin Arroyo sukses mempengaruhi proses pemilihan bulan Mei 2004 lalu selain juga menuduh anggota-anggota keluarganya mendapat gaji dari sindikat perjudian ilegal. Namun, semuat tuduhan tersebut dibantah keras oleh yang bersangkutan.

Arroyo sukses mengalahkan aktor Fernando Poe sekitar 3% untuk kembali meraih kemenangan pemilu sebagi lanjutan kepemimpinannya tahun 2001 silam. Sebagai wakil presiden, Arroyo sukses mengalahkan pendahulunya Joseph Estrada.

Poe meninggal karena stroke bulan Desember tahun laliu sedangkan Estrada masih mendekam di penjara karena kasus korupsi. (bbc/rit)