< >

China Butuh Biji Besi 200 Juta Ton per Tahun

Senin, 13 Juni 2005 22:16
Kapanlagi.com - Negara China membutuhkan tidak kurang 200 juta ton biji besi pertahun untuk keperluan sektor industri di negaranya, dan untuk memenuhi kebutuhannya itu China melirik Indonesia sebagai salah satu negara penghasil biji besi.

"China memang membutuhkan biji besi cukup besar, karena terkait dengan industri disana yang juga membutuhkan bahan baku yang banyak, tinggal saat ini Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten maupun kota," kata Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (PPMD) Jabar Memet H, Hamdan di Bandung, Senin (13/6).

Memet mengatakan itu sehubungan dengan kunjungan Delegasi Perdagangan Provinsi Hebei RRC ke BPPMD Jabar, Kamis (9/6), yang dipimpin Vice Secretary Office og Hebei Provincial People`s Government, Song Zhenhua.

Dengan adanya permintaan China terhadap biji besi Indonesia sebanyak itu, tentu merupakan bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam hal eksploitasi pasir besi mengenai izin untuk penggaliannya, kata Memet.

Ia mengatakan, peluang tersebut jangan sampai disia-siakan, karena selama ini sulit untuk memperoleh peluang semacam itu, dan hal tersebut perlu ditanggapi serius terutama dalam kepastian hukum serta pihak pemerintah harus memahami makna dari hubungan bisnis antar negara.

"Jika hubungan dagang tersebut dapat terwujud, diharapkan tidak lagi terjadi perdagangan yang tidak fair, dimana China dapat melakukan pengolahan besi baja itu sekitar 50 persen di Indonesia dan tidak mengangkut pasir besi ke Negara China dalam bentuk mentah," katanya.

Menurutmemet, adanya kerjasama ini, juga harus bisa mengatasi persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini seperti masalah tenaga kerja. Oleh karena itu masalah tersebut harus menjadi bagian dari kesepakatan.

Mengenai perizinan, Memet mengatakan, harus siap selesai 30 hari, dan para bupati/walikota hendaknya memberikan pelayanan perizinan terbaik bagi dunia usaha di wilayahnya tanpa mengabaikan prasyarat serta kemampuan, pengetahuan, ketrampilan aparat yang harus seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Selama berada di Bandung, Vice Secretary Office og Hebei Provincial People`s Government Song Zhenhua, mengungkapkan ketertarikannya untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Indonesia, khususnya dengan Propinsi Jawa Barat di bidang Industri, bahkan menjanjikan untuk menanamkan modalnya di propinsi tersebut.

"Provinsi Hebei berkosentrasi di bidang pembuatan mesin, bahan bangunan dan obat-obatan, sumber alam dan tekstil, tetapi yang berkembang saat ini baja, pertanian, kehutanan, perikanan, kapas, daging dan buah-buahan," ujarnya.

Selain itu, Indonesia memiliki pemandangan indah dan kaya dengan sumber daya alam. Dalam beberapa tahun ini, kerjasama antara Indonesia dengan China di bidang politik, ekonomi dan budaya sangat besar.

Jumlah investasi China ke Indonesia telah mencapai 100 juta dolar AS. Pengusaha China dan Indonesia saling buka pabrik, dari Indonesia sudah ada tujuh pabrik di Hebei, demikian juga sebaliknya.

"Kami datang saat ini untuk mendorong kerjasama lebih dalam dan lebih luas dengan Indonesia, yang didasari saling pengertian dan bersahabat," kata Song Zhenhua. (*/dar)