Oleh karena itu, katanya pada acara Dialog Pemuda Indonesia dan Malaysia di Jakarta, Senin (13/06), dalam menghadapi masalah, termasuk soal sengketa di perairan Ambalat, harus diupayakan penyelesainnya dalam kaidah, norma, aturan, sebagai bangsa serumpun dan bersaudara.
"Tadi saya berbicara dengan Presiden Majlis Belia Malaysia, orangtuanya dari Solo, saya dari Yogyakarta," kata Sudjadnan pada acara yang dihadiri Presiden Majlis Belia Malaysia Datuk Sri Dr Mohammad Tirtoyo itu.
Ia mengatakan, Indonesia dan Malaysia telah ditakdirkan sebagai bangsa yang bertetangga dan serumpun, sehingga setiap masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik.
Sudjadnan juga mengingatkan bahwa Malaysia telah memberikan bantuan yang sangat menyentuh untuk membantu para korban bencana alam dan gelombang tsunami di Aceh.
Sebagai bangsa serumpun dan bersaudara, katanya, perlu menekankan empati yang baik.
Sedangkan Tirtoyo menekankan pada norma hubungan antara Malaysia dan Indonesia yang harus berdasarkan tolong-menolong ke arah kebaikan dan ketakwaan, bukannya atas dasar perpecahan atau dosa.
"Kita mencari jalan yang baik, mencari persamaan, bukan perbedaan," katanya. (*/lpk)