< >

Harga Minyak di Asia Turun Jelang Pertemuan OPEC

Senin, 13 Juni 2005 21:19
Kapanlagi.com - Harga minyak di Asia turun, menjelang pertemuan OPEC pekan ini yang diperkirakan memutuskan untuk meningkatkan produksi sampai 500.000 barel per hari kata kalangan pedagang.

Harga juga melemah setelah badan meteorologi AS menghilangkan peringatan bahaya badai mereka, menghempaskan kekhawatiran akan munculnya badai tropis Arlene yang dapat menghantam fasilitas di Teluk Meksiko, kata mereka.

Di New York, kontrak utama minyak jenis ringan untuk pengiriman Juli turun US$0,39 menjadi US$53,15 per barel dari penutupan Jumat lalu yang US$53,54.

"Kami yakin OPEC tidak akan menurunkan produksi mereka," kata Tetsu Emori, pimpinan komoditas komoditas strategis di Mitsui Bussan Future di Tokyo. "Jika OPEC akhirnya setuju untuk meningkatkan produksi sampai 500.000 barel per hari, harga akan turun."

Para menteri OPEC akanmengadakan pertemuan Rabu di Vienna untuk memyusun stratyegi produksi organisasi ini pada semester kedua tahun ini.

Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Nouaimi, yang negaranya mejadi satu-satunya anggota OPEC yang dapat tetap meningkatkan produksinya secara signifikan, Sabtu, mengatakan, terlalu jauh untuk menyimpulkan bahwa OPEC akan meningkatkan produksinya sampai 500.000 barel per hari.

Prospek ini, yang akan membawa batas atas produksi naik menjadi 28 juta barel per hari, dimunculkan pekan lalu oleh Presiden OPEC yang juga menteri perminyakan Kuwait, Ahmad Fahd al-Sabah.

Arab Saudi, produsen utama minyak mentah dunia, kini memproduksi sekitar 9,5 juta barel per hari dan memiliki kapasitas tambahan 1,5 juta barel per hari.

Anggot OPEC siap meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari melebihi batas atas produksi resmi mereka, yang ditetapkan 27,5 juta barel per hari, tanpa menghitung produksi Irak.

Irak dikeluarkan dari sistem kuota, namun jika produksinya ditambahkan, maka anggota OPECmampu memproduksi minyak mentah lebih dari 30 juta barel per hari.

Ini produksi tertinggi OPEC sejak Oktober 2004 dan melampaui rekor produksi tertinggi di era 1980-an. (*/dar)