Bush Puji Kemajuan Demokrasi Afrika
Kapanlagi.com - Presiden AS George W. Bush hari Senin memuji para pemimpin Afrika atas peranan mereka dalam memajukan demokrasi di benua tersebut dan berjanji terus meningkatkan perdagangan dan memberantas wabah AIDS.Bush bertemu dengan pemimpin-pemimpin Botswana, Ghana, Mozambik, Namibia dan Niger di Gedung Putih, setelah pada akhir pekan lalu kelompok delapan negara industri maju (G8) mengumumkan penghapusan utang US$40 miliar dari 14 negara Afrika dan empat negara Amerika Latin. Bush mengingatkan bahwa kelima negara Afrika itu telah melaksanakan pemilihan umum tahun lalu. "Betapa tegas pernyataan yang disampaikan para pemimpin ini mengenai demokrasi dan pentingnya demokrasi di benua Afrika," kata Bush. Pernyataan Bush itu disampaikan setelah pertemuan dengan Presiden Botswana Festus Gontebanya Mogae, Presiden Ghana John Agyekum Kufuor, Presiden Mozambik Armando Guebuza, Presiden Namibia Hifikepunye Pohamba dan Presiden Niger Momadou Tandja. "Kita semua memiliki komitmen fundamental untuk memajukan demokrasi dan peluang di benua Afrika," kata Bush. "Dan kita semua yakin bahwa salah satu cara paling efektif untuk memajukan demokrasi dan memberikan harapan kepada rakyat Afrika adalah melalui perdagangan yang saling menguntungkan," tambah presiden AS tersebut. Bush memuji sebuah undang-undang AS yang disahkan di bawah pemerintahan mantan Presiden Bill Clinton yang memberi negara-negara Afrika akses lebih besar ke pasar AS selama mereka menunjukkan komitmen bagi permasalahan politik dan ekonomi serta hak asasi manusia. Negara-negara G8 hari Sabtu di London menyetujui sebuah rencana untuk menghapuskan utang US$40 miliar menjelang pertemuan puncak di Gleneagles, Skotlandia, bulan depan. Perdana Menteri Inggris Tony Blair menempatkan masalah bantuan bagi Afrika pada puncak agendanya dan mendesak Bush meningkatkan bantuan keuangan bagi benua tersebut. Setelah bertemu dengan Blair di Gedung Putih pekan lalu, Bush mengumumkan bantuan tambahan sebesar US$674 juta bagi Afrika. (*/rit) |