"Saya tidak mengesampingkan bahwa ini merupakan aksi teroris," kata Menteri Dalam Negeri Khumdin Sharipov kepada wartawan di lokai kejadian. "Ini leadakan kedua tepat di lokasi yang sama."
Pada akhir Januari, ledakan kuat yang diyakini sebagai sebuah bom mobil mengguncang bangunan kementerian yang terletak di pusat kota Dushanbe, ibukota Tajikistan, itu, menewaskan seorang.
Ledakan Senin itu, yang terjadi di luar gedung kementerian tersebut, memecahkan kaca-kaca jendela bangunan itu dan merusak sejumlah mobil.
Satu sumber di Kementerian Urusan Darurat Tajikistan mengatakan, sejumlah orang cedera akibat pecahan kaca dan beberapa lain mengalami guncangan jiwa. Tidak seorang pun dibawa ke rumah sakit.
Sharipov mengatakan, bom itu dipasang di semacam gerobak dorong yang sering digunakan oleh pedagang pasar.
"Kami menduga ledakan itu disebabkan oleh cairan mudah terbakar yang ditempatkan di gerobak dorong," katanya.
Enam mobil yang diparkir di tempat yang berdekatan rusak akibat ledakan tersebut. Sejumlah kaca jendela gedung Kementerian Urusan Darurat hancur.
Jaksa kota Dushanbe Khabibullo Vokhidov mengatakan kepada Reuters, sebuah penyelidikan kriminal atas ledakan itu telah mulai dilakukan.
"Kementerian Keamanan melakukan penyelidikan itu," katanya.
Tajikistan, sebuah negara Islam yang berpenduduk tujuh juta orang, tetap bergolak dan dipadati senjata setelah perang saudara 1992-1997 antara gerilyawan muslim dan pemerintah sekuler yang menewaskan lebih dari 100.000 orang.
Motif ledakan Januari, yang terjadi menjelang pemilihan umum parlemen, tetap tidak jelas, meski polisi telah menangkap tiga orang. (*/rit)