"Benda ini ditemukan di halaman parkir Stasiun Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan oleh warga sekitar pukul 19.30 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tjiptono, di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, polisi mengetahui benda berbahaya tersebut setelah masyarakat yang melihat adanya barang mencurigakan di halaman stasiun Tanjung Barat memberitahukan pihak kepolisian melalui telepon.
"Setelah dijinakkan, barang tersebut ternyata berisi potasium dan belerang seberat 300 gram. Detonatornya menggunakan bola lampu senter yang digerakkan oleh batu baterei berkekuatan sembilan volt," jelasnya.
Dalam rangkaian itu, ditemukan potongan paku sebanyak 15 buah yang berukuran panjang tiga milimeter.
"Benda ini mirip dengan bahan peledak yang ada di Pamulang. Jenisnya `low explosive` termasuk sistem pengamannya," ujar Tjiptono.
Barang itu, lanjutnya, menggunakan sistem rangkaian anti angkat, yakni jika diangkat maka bisa meledak.
Untuk mengaktfikan rangkaian tersebut, terpasang dua saklar `0n-off`.
Tjiptono mengatakan hingga saat ini Polda Metro Jaya telah memeriksa tiga orang saksi yang terkait dengan penemuan barang tersebut, yaitu warga yang melihat dan melaporkan keberadaan barang tersebut.
"Hingga saat ini, belum ada informasi tentang siapa yang meletakkan benda tersebut di stasiun Tanjung Barat," ujarnya. (*/rit)