"Beliau dalam keadaan segar bugar, tidak ada masalah, tapi saya tidak akan mengatakan keberadaanya," kata Mullah Akhtar Usmani ketika ditanya tentang nasib bin Laden dalam wawancara yang disiarkan oleh televisi swasta Paksitan, GEO.
Mullah Omar tetap merupakan komandan Taliban, kata Usamni. Para anggota kelompok Islam itu telah melancarkan pembunuhan baru dalam beberapa bulan terakhir terhadap pasukan pimpina AS, yang menggulingkan rejim tersebut akhir 2001.
Komandan Taliban itu memegang senjata Kalashnikov dan menutup sebagian wajahnya dengan surban hitam selama wawancara. Stasiun televisi itu tidak mengatakan di mana atau kapan wawancara itu dilakukan.
Omar "masih hidup dan sehat, dan tidak ada masalah," kata mantan deputi kepala Taliban itu, dan menambahkan: "Beliau masih menjadi komandan kami dan mengeluarkan pengarahan."
"Saya tidak akan mengatakan apakah saya bertemu atau tidak dengan dia, namun saya mendengar suaranya. Beliau memberikan pengarahan kepada kami," kata Usmani dalam wawancara tersebut.
Bin Laden dan sejumlah buronan Taliban lainnya serta para pemimpin Al-Qaeda diperkirakan bersembunyi di wilayah kesukuan antara Afghanistan dan Pakistan.
Kesehatannya telah menjadi bahan spekulasi, di tengah-tengah laporan bahwa ia menderita sakit ginjal. Namun dalam video yang disiarkan tahun lalu menjelang pemilihan presiden AS, ia tampak segar bugar.
Kepala bin Laden dihargakan Washington 25 miliar dolar AS, dan bagi siapa saja yang dapat menangkap Omar, pemerintah Amerika Serikat akan memberikan hadiah 10 juta dolar AS. Omar dituduh telah menampung bin Laden setelah serangan 11 September 2001 terhadap AS.
Presiden Pakistan Pervez Musharraf hari selasa mengatakan selama lawatannya ke Australia bahwa Laden masih hidup, sementara Zalmay Khalilzad, dubes AS untuk Kabul, mengatakan ia kecewa warga Arab Saudi itu belum ditangkap.
Pemerintah Afghanistan menuduh Taliban dan Al-Qaeda bersama-sama meningkatkan serangan untuk mengganggu pemilihan legislatif yang yang dijadwalkan didiadakan di Afghansitan 18 September mendatang.
Kontak
Usmani mengatakan ia mengadakan kontak langsung dengan para pemimpin militer dan politik Taliban, dan menambahkan bahwa mereka selalu mengadakan pertemuan rutin.
"Ada pertemuan rutin namun Mullah Omar tidak hadir. Untuk pengambilan keputusan, ia (Omar) akan dikontak," kata Usmani.
Milisi Taliban telah kehilangan sekitar 400 hingga 500 anggotanya sejak tahun 2001, kata Usmani namun menambahkan bahwa "80 persen warga Afghanistan selalu bersama kami."
Para anggota Taliban kini aktif di beberapa bagian Afghanistan, terutama di propinsi bagian timur, selatan dan baratdaya, ujar dia.
Insiden belum lama ini membuat pemerintah Afghanistan mengklaim. Beberapa pejabat Afghanistan mengatakan tentaranya yang didukung pasukan AS menewaskan tujuh anggota Taliban dan mencederai 10 anggota Taliban lainnya hari Selasa di selatan propinsi Kandahar, bekas kubu petahanan kelompok itu.
Empat tentara AS menglami luka-luka akibat bom bunuh diri dekat kota Kandahar hari Senin, sekitar dua pekan setelah serangan bunuh diri di sebuah masjid di lokasi tersebut. Peristiwa itu telah menewaskan 21 orang.
Ledakan di masjid itu terjadi selama pemakaman ulama Mauluvi Abdullah Fayyat, yang dibunuh Taliban karena ia menyerukan pencopotan status Omar sebagai pemimpin tertinggi agama di Afghanistan. (*/lpk)