< >

PSK Asal Indonesia di Malaysia Ditangkap 1.200 Orang Per Hari

Jum'at, 17 Juni 2005 06:18
Kapanlagi.com - Pekerja seks komersial (PSK) asal Indonesia di Malaysia yang ditangkap rata-rata 1.200 orang per hari, dan yang tidak tertangkap hampir 10.000 orang.

"Itu bisa kita bayangkan berapa ribu jumlah PSK asal Indonesia yang ada di Malaysia itu," kata Dubes Indonesia untuk Malaysia, Drs KPH Rusdihardjo SH, di Jambi, Kamis.

Rusdihardjo dalam kunjungan ke Jambi bersama Dubes Rusia untuk Indonesia, Michael Bely guna melihat potensi dan pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah itu.

Ia mengatakan, sebagian besar PSK yang tertangkap di semenanjung Malaysia itu rata-rata masuk dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan Batam.

PSK asal Indonesia yang masuk ke Malaysia itu sebenarnya cukup menyedihkan, karena mereka tak dibayar sebelum melayani 200 orang pelanggan lelaki "hidung belang" dengan batas waktu yang ditentukan.

"Setelah melayani 200 orang itu, PSK tersebut baru bisa menerima bayaran," kata Rusdihardjo, yang mantan Kapolri itu.

Ia menjelaskan pula, PSK itu juga menjadi satu persoalan sangat serius yang dihadapi Indonesia di Malaysia.

Persoalan lain juga dihadapi soal TKI ilegal yang belum lama ini dipulangkan Malaysia mencapai 330.000 orang, yang akhirnya berdampak bagi negeri jiran itu kekurangan tenaga kerja.

Pemerintah Malaysia telah memberi kemudahan dengan menarik semua petugas pada pintu-pintu imigrasi agar TKI itu kembali ke Malaysia, namun sampai kini hanya tujuh persen yang kembali.

TKI yang `dikapling` untuk pekerjaan perkebunan/ladang, konstruksi, dan pembantu/buruh pabrik, karena upah rendah dibanding tenaga kerja asing dari Filipina yang sebagian besar menguasai bahasa Inggris.

"Tenaga kerja kita di Malaysia itu paling tinggi upahnya 1.000 sampai 1.500 ringgit per bulan atau berkisar Rp2,4 sampai Rp2,8 juta per bulan, sedangkan tenaga Filipinan hampir dua kali lipat," katanya. (*/dar)