Suntory Ltd mengatakan, pihaknya akan memasarkan bir jagung itu Juli 2005, seperti bir Kireaji-Nama, yang diterjemahkan sebagai 'segar dan kering'.
Minuman keras rendah ragi secara bertahap menerobos pasar bir di Jepang karena minuman itu dikenai pajak lebih rendah dari bir.
Namun, di Jepang pengiriman minuman keras rendah ragi mulai turun tahun lalu ketika pemerintah mencoba untuk menutup kesenjangan dan menaikkan pajak. Para pembuat minuman menanggapi dengan mengembangkan apa yang disebut produk 'sektor-ketiga', semisal minuman seperti bir yang dibuat dari biji-bijian.
"Dengan menggunakan jagung sebagai unsur pokok kami mendapat rasa kering," kata Santory dalam sebuah pernyataan, layaknya dikutip Kantor Berita Prancis (AFP).
Minuman jagung kemungkinan akan terjual dengan selisih lebih dari 10% kurang dari minuman keras beragi rendah, dimana minuman itu sendiri hampir separuh harga bir. (*/erl)