Waktu hutan di Bengkulu masih bagus, masyarakat bisa dengan mudah dapat melihat bunga Rafflesia, tapi kini sulit untuk menemukan bunga itu, kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Agus Priambudi di Bengkulu, Rabu.
Hutan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bunga khas Bengkulu itu sekarang ini semakin gundul akibat perambahan dan penebangan ilegal.
Rafflesia yang pertama kali ditemukan oleh Sir Stamford Raffles pada tahun 1818 hidup di hutan yang masih rimbun, karena bunga tersebut perlu zat untuk pertembuhannya.
Karena itu, sangat penting bagi semua elemen di Provinsi Bengkulu untuk menjaga kelestarian hutan agar bunga Rafflesia kembali mudah dijumpai dan tidak punah.
"Jika kemunculan bunga Rafflesia ini mudah dan banyak, saya yakin akan memicu terjadi peningkatan jumlah wisatawan ke daerah kita ini," katanya. (*/erl)