Presiden PKS, Tifatul Sembiring di Bengkulu, Sabtu (18/06), menyatakan, PKS memiliki massa loyalis dan banyak simpatisan hingga kedesa-desa, bukan hanya di kota dengan kader kelompok warga berpendidikan dan generasi muda.
"Lihatlah kampanye yang dilakukan kader PKS. Warga selalu berduyun-duyun memberikan dukungan kepada kader partai dan itu belum ditemui di partai lain," ujarnya.
Kader PKS di tiga propinsi yang diperkirakan akan bisa memenangkan Pilkada itu adalah Dr. Irwan Prayitno di Sumbar, Agusrin Najamuddin di Bengkulu dan kader PKS di Kalimantan Selatan.
Ia menyatakan, jumlah suara yang diperoleh PKS dalam pemilu legislatif tidak bisa dijadikan ukuran bahwa itulah suara yang diperoleh kader PKS dalam Pilkada. "Hasil pemilu legislatif merupakan suara awal yang dimiliki calon kepala daerah dari PKS. Kader partai terus bertambah dari waktu kewaktu begitu juga simpatisannya," kata Tifatul.
Sebagai partai yang dikenal bersih, peduli dan merakyat, rakyat menginginkan kepala daerahnya dipimpin oleh kader PKS. Besar harapan yang disandarkan rakyat kepada kader PKS dan tentunya amanah itu akan dipelihara sebaiknya bila memang diperkenankan yang diatas.
Disisi lain, Tifatul menyatakan pengurus PKS tidak akan menggunakan politik uang untuk mencapai tujuan politiknya. Ia menyatakan pengurus partai PKS bukanlah orang-orang kaya dan pihaknya hanya akan menggunakan cara-cara yang terpuji seperti yang dilakukan kader di parlemen.
Tifatul juga meminta agar warga masyarakat, kader dan simpatisan partai mencermati perhitungan suara dan pencatatannya. Jangan sampai kader yang diinginkan rakyat dan memperoleh dukungan lebih besar bukan dia yang terpilih jadi kepala daerah.
"Kita tidak menginginkan perhitungan suara Pilkadasung dilaksanakan di hotel seperti yang terjadi di Cilegon. Masyarakat harus berperan serta," ujarnya.
Secara keseluruhan hingga akhir tahun 2009, PKS menargetkan kadernya bisa menjadi kepala daerah di 71 propinsi dan kabupaten/kota. Keinginan itu bisa terwujud bila warga dan simpatisan yang menginginkan perubahan kearah lebih baik mempercayakan kepempinan kepada kader PKS. (*/lpk)