"Banyaknya pengunjung yang berpotensi menjadi buyer membuat pedagang atau pengusaha negara lain ikut serta. Rata-rata mereka menjual produk kerajinan tangan asal negaranya, selain juga menjual produk manafaktur," kata Project Director PRJ Ralph Scheunemann di Jakarta, Sabtu (18/6).
Ia menambahkan, ketertarikan pengusaha asing di PRJ bersama 830 peserta lainnya tidak semata-mata menawarkan produk, tapi juga diharapkan akan dapat membuka peluang dagang di negara kita.
Hal yang sama dikatakan oleh pengusaha kristal dan karpet asal Iran yang membuka gerai Iran Art Friend di Hall D.
"Kami baru pertama kali ikut. Semoga dengan adanya gerai kami di sini semakin banyak warga Jakarta yang mengenal produk Iran dan pasar kami semakin luas," kata Badavi.
Gerainya menawarkan berbagai macam perhiasan dari perak berhiaskan kristal warna-warni, karpet, dan kerajinan lainnya yang dibawa langsung dari Iran.
Sementara itu, menurut Ralph untuk negara lainnya mereka telah beberapa kali ikut dalam PRJ, "Kadang mereka juga bekerjasama dengan pengusaha lokal."
Masuknya pengusaha asal luar negeri ke arena PRJ tidak hanya menambah banyaknya pilihan bagi para pengunjung, tapi juga dapat merangsang pengusaha lokal untuk dapat berkompetisi dan meningkatkan kualitasnya.
"Jelas kedatangan pedagang asing ke PRJ akan memberikan nilai positif bagi pengusaha lokal. Pengusaha lokal dapat melihat strategi pasar dalam menghadapi pembeli. Namun produk Indonesia sendiri tidak kalah dengan mereka, dapat bersaing," ujar Ralph.
Untuk tahun-tahun berikutnya, tambahnya bukan tidak mungkin peserta asing akan lebih banyak menambah jumlah produk yang ditawarkan sama dengan produk lokal.
Hingga hari kedua, pengunjung PRJ tercatat sebanyak 41.828 orang, sementara target jumlah pengunjung yang ditetapkan untuk tahun ini sebanyak 2,5 juta orang.
"Yang agak berbeda, berdasarkan pengelihatan saya, tahun ini kelihatannya semakin banyak turis asing yang datang," katanya menambahkan.
Ralph menyatakan hari ini telah menghitung sedikitnya ada 20 orang turis asing berkulit putih. Belum lagi beberapa turis dari Asia seperti Korea dan Jepang.
"Ini pertanda bagus. Berarti PRJ sudah mulai menjadi daya tarik wisatawan asing," tutup Ralph. (*/dar)