Pedagang Beras Inginkan Impor Beras Terbatas

Kapanlagi.com - Para pedagang beras di Kota Padang menginginkan pemerintah mengendurkan kebijakan larangan impor beras, dengan membuka keran impor secara terbatas untuk menjaga stok dan harga beras di pasar.

"Sebab kalau kebijakan larangan impor beras yang berakhir bulan Juni 2005 diperpanjang lagi, dikhawatirkan kelangkaan stok beras yang memicu kenaikan harga, ujar pedagang beras Dirman di Padang, Minggu (19/6).

Informasi yang dihimpun wartawan dari sejumlah pedagang beras di Sumbar menyebutkan, jika pemerintah memperpanjang larangan impor beras sampai akhir tahun, diperkirakan cadangan beras terbatas dan harga naik.

Tetapi sebaliknya bila `keran` impor beras dibuka lebar-lebar akan berakibat fatal bagi para petani, bahkan juga pedagang kecil, kecuali hanya menguntungkan pedagang besar karena itu jalan terbaik tidak beresiko perlu dilakukan impor beras secara terbatas.

Sejumlah pedagang menanggapi komentar Menteri Perdagangan pekan ini, mengenai apakah akan diperpanjang larangan impor beras atau tidak.

Sedangkan Menteri Pertanian telah merekomendasikan kepada Mendag agar larangan impor beras diperpanjang hingga akhir tahun menyusul membaiknya produksi gabah dalam negeri.

"Jika larangan impor beras dipanjang diperkirakan stok tidak cukup sampai akhir tahun," ujar Dirman.

Selain itu para pedagang pengumpul akan memafaatkan kondisi itu untuk mendekati petani yang butuh uang sebelum panen tiba. Hasil panen petani lalu dibeli dengan harga jauh lebih murah dari harga biasa setelah panen, kata Dirman.

Sebagai jalan terbaik yang harus dilakukan pemerintah membuka impor beras terbatas agar stok beras stabil dan masyarakat tidak terjebak harga tinggi sebagai dampak kelangkaan beras di pasar.

"Impor beras terbatas, tidak akan merugikan petani dan pedagang beras lokal serta konsumen (masyarakat). Jadi tidak ada resiko dari kebijakan untuk membuka keran impor beras terbatas," ujarnya.

Fauzul, pedagang pengumpul gabah pada sentra produksi Kabupaten Solok, lumbung beras utama di Sumbar, dalam sebulan terakhir sulit mendapat gabah, karena akibat kebijakan pemerintah yang melakukan pelarangan impor beras secara ketat beras lokal menjadi pilihan utama.

Ia tetap tidak setuju pelarangamn impor beras dan memilih dibuka keran impor namun dalam volume terbatas.Kalau impor beras dibuka lebar yang untung adalah pedagang besar, seperti tahun sebelumnya.

Sebaiknya ada impor beras terbatas, sehingga peredaran beras bervariasi di pasar, ada beras mutu baik, mudah sedang dan mutu rendah, konsumen bebas memilih yang harganya terjangkau, ujar Fauzul. (*/dar)

©2003-2007 KapanLagi.com