Washington: Pyongyang Bersedia Berunding Kembali
Kapanlagi.com - Jepang dan Korea Selatan, Senin (20/6) menyerukan, agar segera melaksanakan perundingan mengenai program senjata nuklir Korea Utara, setelah Pyongyang menyatakan bahwa mereka bisa kembali ke meja perundingan pada Juli, jika AS menunjukkan sikap menghormati. Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi dan Presiden Korea Selatan Roh Moo-Hyun mengatakan, setelah pertemuan puncak mereka, perundingan pelucutan senjata enam pihak merupakan cara terbaik untuk mengatasi masalah itu secara damai. "Kami telah sepakat bahwa pembukaan segera perundingan enam pihak merupakan penyelesaian terbaik untuk mengatasi masalah nuklir Korea Utara secara damai," kata Koizumi pada jumpa pers bersama. "Untuk mencapai tujuan itu, kami sepakat bekerja sama diantara Jepang, AS dan Korea Selatan," katanya. Koizumi menyatakan kepada wartawan di Seoul, ia tidak bisa menjelaskan hasil perundingannya dengan Roh namun mengatakan, ia optimis bahwa Korea Utara akan kembali ke perundingan enam pihak. "Jika saya harus menyebutkan perasaan yang saya peroleh dari pembahasan (dengan Roh), saya kira perundingan enam pihak akan diadakan karena itu demi kepentingan Korea Utara," kata Koizumi kepada wartawan yang menyertainya. "Saya mendapat kesan bahwa (Korea Utara) akan setuju," katanya, menunjuk pada seruan negara-negara agar Korea Utara kembali ke meja perundingan. Namun, ia tidak tahu kapan perundingan itu akan dibuka kembali. Washington juga menyatakan bulan ini, Pyongyang telah setuju kembali ke meja perundingan namun belum menetapkan jadwal. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il mengatakan pada pertemuan yang langka dengan seorang menteri Korea Selatan pekan lalu, negaranya bisa kembali ke perundingan paling cepat Juli jika Washington "mengakui dan menghormati" negaranya. Baru pertama kali itu Kim menerima seorang pejabat pemerintah Korea Selatan sejak April 2002 ketika ia mengadakan perundingan dengan Lim Dong-Won, utusan khusus presiden Korea Selatan saat itu Kim Dae-Jung. Sejak Juni lalu negara komunis tersebut memboikot perundingan enam pihak yang juga mencakup AS, Korea Selatan, Rusia, Jepang dan Cina. Pada 10 Februari, Korea Utara mengumumkan bahwa mereka telah memiliki senjata nuklir. Para pejabat AS mengungkapkan kekhawatiran bahwa Korea Utara telah melakukan pengujian senjata nuklir. Roh dan Presiden AS George W. Bush memperbarui komitmen mereka untuk mengatasi masalah nuklir Korea Utara itu melalui diplomasi selama pertemuan mereka bulan ini di Washington. (*/bun) |