< >

Anti-Syuriah: Lebanon Dukung Perubahan

Selasa, 21 Juni 2005 11:05
Kapanlagi.com - Lebanon telah memilih mendukung perubahan, kata pemimpin blok anti-Syuriah yang tampaknya menang dalam pemilu. Blok yang dipimpin oleh Saad Hariri meraih posisi mayoritas di parlemen.

Seorang pemimpin kubu pro-Syuria yang bersaing dengan Hariri di putaran akhir pemberian suara di Lebanon utara: "Kami mengikuti kehendak warga".

Ini merupakan pemilihan pertama Lebanon sejak pasukan Syuriah mundur dari negara itu tahun ini.

Damaskus mengakhiri pengerahan pasukan di Lebanon yang telah berlangsung 30 tahun, menanggapi unjukrasa jalanan dan tekanan internasional yang dipicu oleh pembunuhan Rafik Hariri, mantan perdana menteri Lebanon, dan ayah Saad Hariri, pada 14 Februari.

Dia terbunuh dalam ledakan bomb yang dikatakan para pendukungnya adalah ulah Syuriah.

Pasukan Syuriah dikerahkan di Lebanon di bawah kesepakatan tahun 1989 yang mengakhiri 15 tahun perang saudara.

Tantangan Aoun

"Hasil yang hampir final memperlihatkan warga telah menyatakan pandangan," kata Hariri kepada kantor berita AFP.

"Warga menyatakan menghendaki perubahan, dan itulah yang kami serukan," tambahnya.

Koalisi Hariri memerlukan 21 kursi hari Minggu untuk mencapai total 65 kursi, atau jumlah mayoritas yang diperlukan untuk bisa mengendalikan parlemen yang beranggotakan 128 orang.

Hariri kini mungkin merasakan lebih mudah untuk membongkar apa yang dia sebut sebagai negara keamanan yang didirikan oleh Syuriah, asalkan kemenangan itu resmi dikukuhkan.

Dalam putaran pemilihan keempat yang sekaligus terakhir, aliansi anti-Syuriah berhadapan dengan kelompok mantan jenderal Michel Aoun untuk memperebutkan 28 kursi terakhir di Lebanon utara.

Kendati pasukan Aoun bertempur melawan Syuriah dalam perang saudara, para sekutunya dalam pemilihan termasuk politisi pro-Damaskus, termasuk mantan Menteri Dalam Negeri Suleiman Franjieh.

Aliansi Aoun mendapat jumlah suara besar dalam putaran ketiga pencoblosan yang digelar di kawasan Gunung Lebanon dan Lembah Bekaa. Kubu ini berjanji untuk mengatasi korupsi dan mengakhiri kebijakan sektarian.

Kubu Aoun harus menguasai seperempat dari 28 kursi yang diperebutkan di Lebanon utara, untuk bisa mencegah aliansi Hariri meraih mayoritas parlemen. Namun, tampaknya Aoun dkk tidak bisa mencapai target itu.

Namun, wartawan kami mengatakan, 21 kursi yang dikuasai kubu Aoun mengantar sang jenderal sebagai tokoh politik terpenting Kristen yang suaranya tidak bisa dikesampingkan.

Sengit

Franjieh mengatakan, partainya menerima kehendak bangsa. Dia mengatakan kepada sebuah saluran televisi lokal: "Kalau kami kalah sekalipun, kami adalah wakil wilayah Kristen di Lebanon utara.

Saad Hariri diperkirakan mendapat suara banyak di kawasan Muslim Sunni, sedangkan kubu Aoun menggalang suara warga Kristen.

Kubu Hariri, yang mencakup pemimpin Druze Walid Jumblatt dan kelompok Kristen sayap kanan, sejauh ini menguasai 44 dari 100 kursi di bagian-bagian lain Lebanon.

Kementeridan Dalam Negeri mengatakan, 49% pemilih mencoblos pada hari Minggu, kata kantor berita Reuters. Dalam putaran-putaran awal, Partai Amal dan Hezbollah yang mengusung agenda pro-Syuriah merebut 35 kursi. (bbc/rit)