"Kami memperoleh seorang bayi yang cantik dan sehat," kata Willem-Alexander, Pangeran Orange, dalam sebuah pernyataan.
Di Belanda, anak laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama atas takhta kerajaan. Dua penguasa sebelumnya dan saat ini adalah ratu.
Bayi perempuan itu akan menjadi urutan ketiga dalam pewarisan takhta kerajaan Belanda setelah ayahnya dan kakaknya, Catharina-Amalia, yang lahir pada 7 Desember 2003.
Pasangan kerajaan itu belum memutuskan nama bagi bayi itu, yang lahir pada sore hari di rumah sakit Bronovo di Den Haag dengan berat hampir 3,5 kilogram. Program-program televisi disela untuk menyiarkan berita kelahiran bayi itu.
Willem-Alexander, putra sulung Ratu Beatrix dan pewaris takhta kerajaan, menikah dengan Maxima Zorreguieta yang kelahiran Argentina di Amsterdam pada Februari 2002.
Pernikahan itu menyulut kontroversi karena ayah Maxima menjadi seorang menteri pertanian di bawah pemerintahan diktator militer Argentina pada 1976-1983 dimana lebih dari 30.000 orang hilang atau tewas. Ia dilarang menghadiri pernikahan tersebut.
Namun, Maxima segera menjadi salah satu anggota paling populer keluarga kerajaan, dengan menguasai bahasa Belanda dan menambah sentuhan pada gemerlap Istana Orange-Nassau. Puluhan ribu orang memadati pusat kota Amsterdam untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut.
Adik Willem Alexander, Pangeran Johan Friso, melepaskan haknya atas takhta kerajaan untuk menikah dengan Mabel Wisse Smit karena hubungan masa silam wanita itu dengan seorang penjahat. (*/dar)