< >

BI Tetapkan Target Inflasi Berdasar Suku Bunga Mulai Juli

Jum'at, 01 Juli 2005 05:16
Kapanlagi.com - Bank Indonesia (BI) memberlakukan instrumen inflation targeting framework (ITF) yang mendasarkan diri kepada suku bunga mulai Juli 2005 untuk menggantikan instrumen operasi moneter yang selama ini menggunakan uang primer (base money) sebagai sasaran operasional (inflation targeting lite).

"Sebagaimana negara-negara lain yang sudah menerapkan ITF. Kita juga mulai menerapkan ITF mulai Juli 2005. Kita sudah mempelajari penerapan di negara lain selama dua hingga tahun terakhir," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, di Jakarta, Kamis (30/6).

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 42 negara yang menerapkan ITF dan mereka memperoleh banyak manfaat dari penerapan instrumen kebijakan moneter itu.

"Banyak manfaat yang diperoleh karena instrumen ini bersifat foreward looking sehingga masyarakat untuk memberi ekspektasi laju inflasi yang makin stabil di masa depan," kata Burhanuddin.

Lebih lanjut Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono menjelaskan, dengan makin membaiknya kondisi perekonomian dan perbankan, penggunaan uang primer sebagai sasaran operasional dirasakan tidak sejalan dengan penerapan kebijakan moneter yang diperlukan saat ini.

"Hal itu antara lain karena hubungan antara uang primer dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi semakin tidak stabil dan mengalami hubungan terbalik antara lain karena ketidakstabilan permintaan uang dan ketidakpastian perilaku money multiflier dan money velocity," katanya.

Selain itu, BI juga menyadari semakin sulitnya upaya mengendalikan uang primer sebagai dampak dari berbagai kemajuan yang dicapai oleh sektor keuangan dan sulitnya memperkirakan permintaan uang kartal masyarakat di Indonesia.

"Karena itu mulai Juli 2005, BI akan menggunakan suku bunga sebagai sasaran operasi moneter. BI akan menggunakan BI rate yang akan diumumkan pada setiap Rapat Dewan Gubernur Triwulanan," kata Hartadi.

Menurut dia, ada tiga prinsip dasar penyempurnaan framewaork yaitu, BI akan menggunakan suku bunga (BI rate) sebagai sasaran operasional menggantikan base money, kebijakan BI akan dilakukan secara lebih transparan serta akuntabel, dan BI akan melakukan penguatan mekanisme perumusan dan pengambilan kebijakan moneter.

Ia menyebutkan, RDG BI pertama akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juli mendatang. Saat itu BI akan mengumumkan BI rate untuk pertama kalinya.

Berdasar jadwal yang ada, RDG BI triwulanan diadakan tiap bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. RDG biasanya diselenggarakan hari Selasa pertama setelah tanggal 5 setiap bulannya.

"BI rate dapat bergerak mengalami kenaikan, penurunan, atau tetap seperti awal ditetapkan. Jika mengalami penurunan atau kenaikan, perubahannya akan sebesar 25 basis point," jelas Hartadi. (*/dar)