Menristek Kusmayanto Kadiman, di sela-sela final perlombaan desain televisi yang diselenggarakan PT LG Electronics Indonesia (LGEIN), di Jakarta, Kamis (30/6), mengatakan kebijakan itu akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Dunia Usaha yang sedang digarap pemerintah.
"Saat ini perpres (dunia usaha) tersebut sudah mencapai draft akhir," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan kapan kira-kira perpres tersebut akan dikeluarkan, Kusmayanto mengatakan "Saya sih inginnya kemarin."
Menurut dia, perpres tersebut akan segera dikeluarkan pemerintah karena sudah undang-undang terkait dengan pemberian insentif kepada dunia usaha.
Dalam Perpres Dunia Usaha itu nantinya, kata dia, kalau ada dunia usaha yang berkontribusi dalam dunia riset, maka akan diperhitungkan sebagian atau seluruhnya dari biaya riset itu dalam pengurangan pajak yang harus dibayar.
"Besarnya bisa paling sedikit lima persen, tapi juga bisa 100 persen," kata Kusmayanto.
Ia mencontohkan, bila dunia usaha memberikan proyek atau pekerjaan kepada lembaga R&D untuk membuat suatu desain maka dia akan mendapatkan insentif pajak yang lebih besar dibandingkan ia melakukan R&D sendiri.
Sedangkan lembaga R&D yang diberi pekerjaan, seperti perguruan tinggi misalnya, bisa mendapat seluruh biaya riset tanpa harus membayar pajak dan menyerahkannya terlebih dahulu ke pemerintah sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke lembaga riset tersebut.
Hal itu, kata dia, juga tertuang dalam Pepres Alih Teknologi yang sudah dikeluarkan pemerintah yang sebenarnya satu paket dengan Perpres yang mengatur insentif pajak bagi dunia usaha.
Menanggapi LGEIN yang mulai mempelopori membuat desain televisi khusus untuk pasar Indonesia, Kusmayanto mengatakan bila kelak perpres insentif bagi dunia usaha dikeluarkan, maka perusahaan elektronik Korsel itu akan mendapatkan insentif.
"Tapi tentunya jumlahnya tidak besar, bila dibandingkan LG memberikannya ke lembaga riset," kata dia.
Sementara itu, Presdir LGEIN Kee Ju Lee mengatakan pihaknya melakukan lomba desain televisi tersebut untuk menemukan desain televisi yang sesuai dengan selera pasar Indonesia.
Hal itu terbukti berhasil saat LGEIN mengeluarkan televisi Soundmax Plus Golden Eye berbentuk tanduk kerbau seperti atap rumah tradisional di Indonesia, yang sangat diminati pasar, terutama Jawa Timur. (*/dar)