"Harapan saya, mudah-mudahan SONYBMG banyak mengekspos artis-artis lokal supaya bisa lebih baik dari pada kemarin," katanya di Gedung Arsip Nasional, Jakarta (1/7).
Sementara itu, Presiden Direktur SONYBMG, Rudy Ramawy"Kami tetap berusaha keras untuk menjadi wadah kreatif dalam bermusik bagi artis-artis Indonesia dan memegang filosofi 'budaya rumah kita', katanya.
Selain itu, Adri berharap penyatuan dua kekuatan besar dalam industri musik itu dapat membantu meyakinkan artis internasional untuk datang ke Indonesia.
"Yang penting bagi saya, penyatuan ini bisa meyakinkan artis-artis luar negeri untuk datang ke Indonesia," kata Adri yang baru saja membatalkan Konser Good Charlotte bertajuk Noise To The World Tour 2005 yang direncanakan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Kamis, 14 Juli 2005, karena alasan adanya travel warning ke RI dari negara sang artis.
Sejak September 2004, dua perusahaan rekaman besar dunia, Sony dan Bertelsmann AG (BMG), bergabung. (*/erl)
Lihat Profil: Adrie Subono