< >

Pemerintah Himbau Pertamina Prioritaskan Pasokan BBM PLN

Jum'at, 08 Juli 2005 09:41
Kapanlagi.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencatat adanya lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, dari sekitar 8 juta kiloliter menjadi lebih dari 11 juta kiloliter pada 2005.

"Dari hitungan sementara, PLN membutuhkan sekitar 11 juta kiloliter BBM. Ini terjadi karena ada lonjakan permintaan listrik di masyarakat," kata Dirut PT PLN, Eddie Widiono Suwondo, usai rapat dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Kamis (7/7) malam.

Terkait dengan tambahan kuota itu, Pertamina diminta untuk memprioritaskan pasokan bagi PLN. "Pemerintah telah meminta Pertamina agar memprioritaskan pasokan BBM untuk PLN," katanya.

Mengenai kuota tambahan tersebut, pihak Pertamina telah menyatakan kesediaannya untuk memenuhinya supaya pasokan listrik nasional tetap terjamin.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Ari Sumarno membenarkan bahwa PT PLN meminta tambahan kuota BBM sebanyak 3 juta kiloliter.

"Tambahan kuota itu kita akan kasih. Mengenai harga, masih dipatok Rp2.200 per liter," katanya.

BBM Diganti Gas

Sementara itu, Dirut PLN Eddie W. Suwondo menjelaskan, penggunaan bahan bakar gas untuk sejumlah pembangkit PLN, baru bisa efektif pada 2007-2008. Pasokan gas itu, katanya, diperoleh dari ladang gas milik China National Oil Offshore Company (CNOOC), di Pabelokan, Jawa Barat.

Selain itu, ada juga pasokan gas dari ladang gas milik BP Indonesia di Teluk Jakarta, dan tambahan dari lapangan Pangkah milik Amerada Hess, serta dari lapangan Oyong milik Santos, di Jawa Timur.

Di bagian lain, PLN juga sedang berencana melakukan subsitusi BBM pada sejumlah pembangkitnya terutama yang berada di Kalimantan, dengan dengan Liquified Petroleum Gas (LPG).

"Penggunaan LPG merupakan salah satu terobosan yang akan dilakukan oleh PLN, namun kita belum tahu apakah itu sukses atau tidak," katanya.

Dipilihnya Kalimantan, menurut Eddie, karena cukup dekat dengan sumber daya gas baik LPG maupun Liquified Natural Gas (LNG). "Penggunaan LPG akan kita coba di Pontianak dan di Balikpapan, dan diharapkan bisa berjalan lancar," katanya. (*/bun)