< >

Stok BBM Nasional Capai 18,3 Hari

Jum'at, 08 Juli 2005 08:42
Kapanlagi.com - Stok bahan bakar minyak (BBM) nasional, Kamis (7/7), mencapai 18,3 hari kebutuhan, yang dipasok dari kilang-kilang di dalam negeri maupun produk BBM impor rutin maupun impor tambahan.

"Kita terus secara berlanjut untuk mengamankan stok BBM nasional. Untuk itu, selain pasokan dari kilang juga akan diperkuat dari impor dari sejumlah negara seperti Kuwait, Cina, Singapura, dan sejumlah negara lainnya," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ari Sumarno, seusai Rapat Kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Kamis (7/7).

Ari menyebutkan, impor BBM pada Juli 2005 mencapai 15,750 juta barel, yang terdiri dari solar, premium, minyak tanah, minyak bakar, dan minyak beroktan tinggi.

Impor paling banyak adalah solar yang mencapai 9 juta barel, premium dan minyak oktan tinggi sebanyak 4,8 juta barel, minyak tanah 1,2 juta barel, sisanya adalah minyak bakar. Impor itu termasuk impor tambahan yang jumlahnya mencapai 3 juta barel.

Menurut Ari, lancarnya impor BBM itu karena dana dari pemerintah sudah lancar sejalan dengan adanya mekanisme baru yang mengatur pembayaran subsidi BBM sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan.

Ditanya kapan stok BBM untuk 22 hari yang merupakan batas aman bisa dicapai, ia menyebutkan, diharapkan pada Juli atau awal Agustus sudah dipenuhi. "Kita optimis stok nasional 22 hari bisa dicapai. Paling tidak pada 28 Juli sampai awal Agustus," katanya.

Namun demikian, secara teknis penurunan stok aman bisa saja terjadi seperti keterlambatan kapal, ataupun perbaikan terhadap kilang-kilang BBM.

Ia juga menyebutkan, pada 8 Juli 2005 kilang Dumai akan dilakukan perbaikan (turn arround), tetapi pasok BBM tetap lancar sejalan dengan adanya produk-produk dari impor. (*/bun)