< >

Pemerintah Utamakan Insentif Pengembangan Energi Alternatif

Jum'at, 08 Juli 2005 09:08
Kapanlagi.com - Menyusul terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di beberapa daerah di Indonesia, pemerintah akan memberikan lebih banyak insentif untuk pengembangan sumber energi alternatif.

"Pengurangan subsidi BBM hanya merupakan salah satu cara. Cara yang lain adalah dengan memberikan insentif lebih banyak supaya energi alternatif bisa dikembangkan," Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (7/7).

Ia mengatakan dalam beberapa hari yang akan datang, pemerintah akan merumuskan kebijakan yang terkait dengan usaha peningkatan pengembangan energi alternatif di Indonesia.

Selain akan melanjutkan penggunaan briket batu bara, masih menurutnya, pemerintah juga akan mengembangkan sumber energi alternatif yang lain seperti energi Geothermal, energi bio fuel cell dan bahkan energi nuklir.

Pemberian insentif tersebut antara lain akan dilakukan melalui perubahan harga relatif dari harga bahan bakar yang ada saat ini.

"Karena batu bara atau sumber energi alternatif yang lain tidak akan bisa bersaing selama harga bahan bakar minyak masih sangat rendah. Kecuali jika pemerintah mengeluarkan subsidi lagi dan berarti kita tidak lagi mempunyai uang," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, cara pemberian insentif lainnya yang bisa dilakukan adalah melalui pemberian fasilitas perpajakan.

"Tetapi kalau dilihat dari struktur fiskal kita rasanya itu sangat sulit dilakukan," ungkapnya.

Ia berharap melalui pemberian berbagai insentif tersebut akan meningkatkan penggunaan energi alternatif oleh masyarakat sehingga ketergantungan terhadap bahan bakar minyak bisa berkurang.

"Kebijakan ini sifatnya tidak segera tetapi untuk jangka panjang," kata Sri Mulyani. (*/bun)