< >

Wapres: Harga Solar Untuk Pertambangan Dinaikkan

Jum'at, 08 Juli 2005 10:42
Kapanlagi.com - Wapres Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah berencana menaikkan harga solar yang digunakan untuk sektor pertambangan dan ekspor, sebagai upaya menekan tingkat subsidi BBM yang semakin membengkak.

"Kenaikan solar itu untuk pertambangan dan ekspor," katanya menjawab pers seusai menghadiri reuni keluarga besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Kamis (7/7) malam.

Lebih lanjut dikatakannya, rencana menyesuaikan harga solar untuk pertambangan dan ekspor tersebut baru akan dikaji pada pekan depan.

Dalam kesempatan itu, Wapres kembali menegaskan bahwa saat ini harus ada penyesuaian-penyesuaian, menyusul melambungnya harga minyak dipasaran internasional, sementara kebutuhan BBM dalam negeri juga terus meningkat.

Sedang pada saat yang sama, pemerintah juga berkewajiban melindungi kepentingan rakyatnya dengan memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada mereka yang tidak mampu, katanya.

Sementara itu dalam sambutannya, Wapres diantaranya mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau dua pemilik modal stasiun televisi swasta, A Latief (Lativi) dan Aburizal Bakrie (ANTV) untuk menghentikan tayangan siaran mereka pada pukul 24.00 WIB sebagai salah satu bentuk penghematan.

Dalam satu atau dua minggu ke depan, pusat-pusat perbelanjaan juga diinstruksikan untuk tutup satu jam lebih awal, agar penggunaan BBM untuk penerangan maupun kebutuhan lainnya dapat dihemat secara signifikan.

"Kita harus melakukan penghematan total dalam satu dua minggu ke depan ini," ujarnya.

Pada bagian lain, Wapres menghimbau agar para pengusaha, yang merupakan salah satu pilar yang menopang majunya ekonomi, karena satu-satunya sumber devisa yang masih mungkin digali saat ini hanyalah melalui pajak.

Menurut Wapres, perolehan devisa melalui pajak tersebut jika dikelola dengan baik maka hal tersebut justru bisa menyehatkan perekonomian Indonesia.

Kepada para pengusaha muda itu, Kalla mengatakan, spirit berusaha dan berani menanggung resiko harus kembali ditumbuh kembangkan.

Reuni keluarga besar HIPMI itu dihadiri pula oleh sejumlah pendiri dan mantan-mantan Ketua Umum DPP HIPMI, seperti A Latief, Agung Laksono, Siswono Yudohusodo, Aburizal Bakrie dan Aksa Mahmud. (*/bun)