Menurut data terakhir, Chamamah berhasil mengumpulkan 1.030 suara. Di bawahnya ada Siti Noordjannah Djohantini (779 suara), Dyah Siti Nuraini (52 suara), Siti Hadiroh Ahmad (596 suara), dan Siti Wardanah Muhadi (392 suara).
Setelah ditetapkan sebagai anggota PP Aisyiyah, kelima perempuan peraih suara terbanyak itu mengadakan rapat, untuk mencari tambahan delapan anggota PP yang juga berfungsi sebagai tim formatur.
Delapan orang yang terpilih itu adalah Malichah Mucharom, Atikah M. Zaki, Mahsunah Syakir, Shoimah Kastolani, Nurni Akma, Masyitoh Chusnan, Maisaroh Ali, serta Siti ’Aisyah.
Setelah ke-13 formatur (lima hasil pemilihan muktamirin dan delapan hasil tambahan) tersebut mengadakan rapat internal, akhirnya diputuskan bahwa Siti Chamamah Soeratno kembali menduduki ketua umum PP Aisyiyah periode 2005-2010.
Berdasarkan kesepakatan, kursi sekretaris umum diduduki Shoimah Kastolani. Penetapan Chamamah sebagai ketua umum itu disambut hangat muktamirin.
Serah terima jabatan dari pimpinan periode 2000-2005 pada pimpinan periode 2005-2010 langsung dilaksanakan setelah ketua umum terpilih mengumumkan sekretaris umum.
Chamamah menyatakan kesiapannya memegang jabatan untuk yang kedua. Dia juga menyatakan, muktamar berikutnya akan dilaksanakan secara mandiri, tidak lagi bergabung dengan muktamar Muhammadiyah. (rew/bun)