< >

Presiden: Habisi Kejahatan BBM

Jum'at, 08 Juli 2005 15:07
Kapanlagi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan jajaran kepolisian dan aparat terkait, untuk melawan kejahatan yang menyangkut bahan bakar minyak (BBM) seperti penyelundupan dan pengoplosan.

"Saya minta dan instruksikan kepada Polri dan aparat terkait seperti BIN, Imigrasi, Pertamina dan bahkan komando teritorial untuk melawan kejahatan BBM," kata Presiden saat memberikan sambutan pada pelantikan Jendral Sutanto menjadi Kapolri menggantikan Jendral Da'i Bachtiar di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/7) pagi.

Presiden mengatakan, masih ada kejahatan yang berhubungan dengan BBM, seperti pengoplosan atau mencampur bahan bakar yang lebih murah seperti minyak tanah ke bahan bakar yang lebih mahal.

Selain itu, juga masih terjadi penyelundupan BBM akibat disparitas atau perbedaan harga dengan luar negeri akibat adanya subsidi dalam negeri.

Tugas polisi dan aparat untuk mengatasi masalah tersebut. Pemerintah sendiri, ujar Kepala Negara, akan terus mencari upaya menghentikan kelangkaan BBM, selain itu juga mencari solusi mendasar sehingga peristiwa yang sama tidak akan terjadi di masa datang.

Pemerintah mencari solusi jangka pendek menengah dan panjang untuk mengatasi kelangkaan BBM, ujar Yudhoyono.

Presiden sekali lagi menjelaskan bahwa kelangkaan BBM antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US%60 AS per barel.

"Harga minyak masih cenderung meningkat," kata Presiden.

Hal itu, ujarnya, menyebabkan APBN banyak berubah seperti asumsi harga minyak, kuota pasokan BBM serta subsidi BBM.

Kelangkaan BBM, kata Yudhoyono, juga disebabkan konsumsi yang semakin meningkat terutama untuk transportasi yang juga meningkat. Kenaikan konsumsi itu, katanya, juga menyiratkan bahwa perekonomian makin membaik.

Untuk mengatasi BBM tersebut, katan Kepala Negara , perlu dipikirkan mengenai pendanaan untuk mengadakan pasokan BBM. Kepala Negara menambahkan bahwa distribusi BBM juga menjadi masalah.

Pada saat keadaan normal maka kondisi geografis tidak mengganggu distribusi BBM, namun pada saat BBM langka ,kondisi geografis dapat mempengaruhi distribusi, ujarnya.

Presiden meminta Pertamina dan jajarannya untuk bekerja selama 24 jam agar distribusi BBM tepat sasaran dan tepat waktu.

Presiden juga meminta masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian secara berlebihan atau rush karena pemerintah bertanggung jawab untuk pengadaan BBM tersebut. (*/bun)