< >

Kredit Sektor Properti Berangsur Aman

Jum'at, 08 Juli 2005 14:36
Kapanlagi.com - Pengembang properti menolak apabila kredit di sektor properti sudah saatnya diwaspadai karena kondisinya saat ini jauh lebih aman dibandingkan sebelum krisis ekonomi.

"Belum waktunya bank harus mewaspadai kredit di sektor properti karena sejauh ini prospeknya masih bagus," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia DKI Jakarta, Alwi Bagir Mulachela kepada wartawan, Jumat (8/7).

Alwi mengatakan, dalam pertemuan dengan Muliaman Hadad dari Bank Indonesia dua minggu lalu disebutkan kredit di sektor properti belum mengalami over heated (kelebihan).

"Apalagi sampai ada pengembang yang dimasukan dalam daftar negatif bank. Tidak ada semuanya lancar-lancar saja untuk mendapatkan fasilitas kredit," kata Alwi menanggapi survai InfoBank.

Survai InfoBank yang disampaikan Eko B. Supriyanto mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam mengucurkan kredit properti, karena selama Maret 2004-Maret 2006 terjadi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kredit di sektor lain.

"Pertumbuhan kredit sektor properti itu naik mencapai 29.63%," kata Eko beberapa waktu lalu. Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit sebelum krisis kenaikannya mencapai 281,9%.

Sementara dari pihak BI menegaskan tidak akan melakukan pembatasan terhadap kredit properti. Hanya saja syarat untuk menempatkan resiko saat menyalurkan kredit. Yang jelas krediit di sektor bangunan tumbuh di atas dua digit.

Survai BI justru menunjukkan lima sektor properti perkantoran, perbelanjaan, apartemen, hotel, dan lahan industri masih menunjukkan pertumbuhan positif. (*/bun)