< >

Bank Indonesia Tekankan Moralitas Pelaku Perbankan

Jum'at, 08 Juli 2005 15:37
Kapanlagi.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah mengatakan, yang paling penting dalam pelaksanaan manajemen resiko perbankan adalah aspek integritas dan moralitas pelaku perbankan.

"Tanpa integritas dan moralitas pelaku perbankan sebaik-baiknya aturan masih bisa mereka langgar," kata Siti dalam peresmian berdirinya Risk Management Center Indonesia (RMCI) di Jakarta, Jumat (8/7).

Menurut Siti, penerapan menejemen resiko akan semakin ketat pada tahun-tahun mendatang, sesuai dengan rencana penerapan prinsip Basel II pada 2009.

"Resiko kredit dan resiko pasar yang berlaku sekarang harus ditambah dengan resiko operasional dengan Penerapan Basel II," katanya.

Ia menambahkan, penerapan prinsip Basel II baru akan dilakukan setelah penerapan standar akuntansi perbankan pada awal 2009.

Dikatakannya, penetapan manajemen resiko diharapkan bisa mengurangi pembobolan perbankan, namun hal itu perlu penyesuaian dalam kebijakan perbankan menyangkut prosedur bisnis, alur informasi dan penyelenggaraan informasi teknologi dan sumber daya manusia.

Menurut dia, saat ini perbankan nasional belum siap dalam meningkatkan teknologi informasi (IT) dan SDM yang bisa mendukung pelaksanaan manejemen resiko yang baik, sehingga diharapkan dengan adanya RMCI bisa meningkatkan kemampuan IT dan SDM perbankan.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di tempat yang sama mengatakan, perbankan Indonesia membutuhkan tenaga profesional keuangan di tahun-tahun mendatang.

Sebagai lembaga kepercayaan, katanya, perbankan harus menjaga profesionalisme, kompetensi dan integritas SDM-nya. (*/bun)