< >

Produsen Mobil Tolak Kurangi Produksi untuk Hemat BBM

Jum'at, 08 Juli 2005 17:13
Kapanlagi.com - Kalangan produsen mobil yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) secara tegas menolak opsi pengurangan produksi kendaraan bermotor dalam rangka mendukung anjuran pemerintah untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM).

"Kami menolak anjuran itu karena tingkat produksi kendaraan bermotor di Indonesia juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo saat jumpa pers pelaksanaan Gaikindo Auto Expo 2005 (GAE 2005) 8-17 Juli 2005 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (8/7).

Penegasan tersebut disampaikannya terkait dengan keinginan pemerintah untuk membuat sebuah terobosan dalam rangka penghematan BBM karena sektor transportasi misalnya diketahui mengkonsumsi BBM nasional sebesar 32%.

Menurut Bambang, pihaknya keberatan jika produksi otomotif nasional dituduh sebagai penyebab pemborosan energi. Semestinya, kata dia, pemerintah menggunakan pendekatan positif bahwa cermin untuk melakukan penghematan tidak harus menurunkan apalagi menghentikan produksi otomotif nasional.

Ia menilai, selama ini pemerintah tidak tegas dalam menentukan pilihan energi alternatif seperti biodiesel, hybrid, fuel cell (sel tunam) dan Gasohol.

Oleh karena itu ia mengusulkan agar pemerintah secepatnya mengambil langkah kongkrit terkait penghematan BBM misalnya dengan segera membatasi kelas kendaraan bermotor dalam mengonsumsi BBM.

Meski begitu Gaikindo setuju apabila pemerintah membatasi konsumis BBM premium bagi mobil-mobil dengan cc besar.

"Kami setuju mobil cc besar dibatasi baik pemanfaatan BBM maupun produksinya tetapi proteksinya harus jelas," katanya. Misalnya dilarang menggunakan BBM jenis premium atau pajaknya ditinggikan sehingga hanya orang tertentu saja yang mampu menggunakan mobil ber-cc besar yang diimpor dalam bentuk utuh (CBU), katanya.

Selain itu, ia menyarankan agar pemerintah dengan kalangan industri mampu berkoordinasi untuk menekan konsumsi BBM misalnya dengan menjalankan perusahaan tidak dalam kondisi puncak baik untuk konsumsi BBM maupun listrik.

Penjualan Naik

Sementara itu menyinggung kecenderungan produksi otomotif nasional, Bambang memperkirakan penjualan kendaraan bermotor di tanah air tahun ini akan melampaui target yakni sebesar 520 ribu unit.

"Karena itu bulan kemarin kami merevisi target minimal penjualan menjadi sebesar 550 ribu unit," katanya.

Hal itu menurut dia terjadi karena dalam tiga bulan pertama tahun ini saja penjualan otomotif telah mencapai 149 ribu.

"Dan pada bulan-bulan ini meskipun dolar menguat dan pajak meninggi tren penjualannya tetap di atas 50 ribu unit," katanya.

Menurut perkiraan Bambang penjualan mobil berbagai tipe di tanah air hingga akhir tahun ini akan mencapai 700 ribu unit atau jauh diatas target penjualan. (*/dar)