< >

Peter Vallapan: Bantu Persib Jadi Tim Super di Asia

Selasa, 12 Juli 2005 23:53
Kapanlagi.com - Sekjen AFC, Feter Vallapan menegaskan, melalui program Vision Indonesia - Project Bandung, AFC mencoba untuk ikut membantu tim Persib Bandung untuk menjadi tim super dalam lima tahun ke depan.

Bersama PSIM Yogyakarta, Persib menjadi pilot projek penataan sepak bola modern yang akan menjadi percontohan pembinaan olahraga di Indonesia, kata Peter Vallapan di sela-sela penutupan acara Vision Asia dan Indonesia di Bandung, Selasa.

Tim dari AFC tersebut juga mengingatkan Persib Bandung bahwa saat ini sudah sudah memasuki tahap krisis sarana lapangan dan peralatan sepak bola yang dibutuhkan untuk pembinaan, dan sudah tidak ideal atau tidak cukup lagi untuk menggelar banyaknya pertandingan dan kompetisi oleh puluhan klub dan sekolah sepak bola yang ada di Kota Bandung.

"Saya yakin dalam lima tahun kedepan Persib dan Indonesia akan memiliki tim yang super dan setara denga negara-negara lainnya di Asia, dengan program Vision Asia dan Vision Indonesia ini AFC akan mendorong Indonesia mengembalikan kejayaan mereka," katanya.

Bahkan Peter Vallapan memuji guliran kompetisi yang dilakukan Persib Bandung yang lengkap baik senior, yunior hingga tingkat Sekolah Sepakbola (SSB), meskipun mereka bertanding di lapangan sepak bola yang rata-rata tidak memenuhi standar untuk pertandingan.

"Dari pengamatan saya ke berbagai negara di Indonesia, baru mendapati kompetisi selengkap di Persib Bandung ini, dan itu suatu modal bagi Persib untuk menjadi tim yang tangguh, karena memiliki sistem kompetisi dan pembinaan yang lengkap, meskipun masih banyak hal-hal yang harus dilengkapi, dan AFC akan membantu," kata Vallapan.

Acara sosialisasi Vision Asia yang diselenggarakan di Kota Bandung dimana Persib sebagai salah satu pilot project pembinaan sepak bola di Indonesia tersebut diikuti oleh puluhan orang pelatih, pengurus, wasit serta pengurus Persib Bandung selama dua hari.

Program AFC yang sudah berjalan di beberapa negara di Asia tersebut, menurut Vallapan, dilakukan untuk menumbuhkan prinsip dasar yang tidak hanya untuk kemajuan Persib Bandung namun juga klub lainnya termasuk Timnas Indonesia agar seluruhnya mendapat keseragaman pemahaman tentang sepak bola modern.

Dalam program tersebut, AFC juga memberikan petunjuk teknis baik mengenai susunan struktur organisasi, pembinaan pelatih dan wasit sepak bola serta yang paling utama yakni membenahi manajemen organisasi.

"Dari pengamatan di lapangan sekitar 97 persen pelaku dan pendukung pembinaan serta pengelolaan klub/ persatuan sepak bola adalah dilakukan oleh sukarelawan, tanpa kerja sukarelawan mustahil bisa mengembangkan sepak bola bukan hanya di Asia namun juga di benua lainnya termasuk Eropa sekalipun," kata Vallapan.

Namun demikian, AFC mendorong kepada setiap top organisasi olahraga sepak bola di tanah air ini untuk mulai menempatkan orang-orang profesional meskipun peranan sukarelawan atau valonters tidak akan bisa dihilangkan dari sepak bola.

Pada kesempatan penyampaian Vision Asia tersebut, para pembicara dari AFC tersebut juga memberikan masukan-masukan serta melakukan serangkaian investigasi dan diskusi dengan para pengurus, pelatih dan wasit di tim Persib Bandung. Bahkan Peter Vallapan juga sempat menyaksikan pertandingan kompetisi sepak bola intern Persib di Stadion Persib Bandung yang kondisinya `gundul` tidak berumput akibat dipakai bertanding setiap hari.

Melihat kondisi tersebut, Peter Vallapan sempat geleng-geleng kepala dan menyebutkan kondisi lapangan tersebut bisa membuat patah kaki pemain bola.

"Saya salut dengan semangat di Persib dalam pembinaan ini dan dukungan yang penuh dari otoritas pemerintahan setempat, namun saya rekomendasikan mereka memiliki fasilitas lapangan sepak bola yang memadai dan semua kontrolnya harus dilakukan oleh Persib," kata Vallapan.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Persib Bandung, H Taufik Fatulrachman menyebutkan, banyak manfaat dari program Vision Asia melalui projec Bandung tersebut.

Apabila sebelumnya Persib berbesar hati karena merasa kompetisinya merupakan model terbaik namun ternyata masukan dari AFC membuka pintu Persib betapa masih banyaknya kekurangan yang dimiliki.

"Kami selama ini bergerak seperti roda yang bergulir dengan sebelas mur atau baut yang longgar, dan masukan dari AFC tersebut diharapkan bisa menguatkan mur yang longgar itu sehingga program pembinaan berikutnya bisa lebih baik lagi," kata Taufik Fatulrachman.

Sementara itu Sekjen PSSI, Nugraha Besoes menyebutkan, awalnya ia sama sekali tidak memiliki dokumen atau file tentang Vision Asia tersebut yang kemudian akan diaplikasikan ke dalam Vision Asia.

"Terus terang kami tidak memiliki referensi atau bahan tentang Vision Asia tersebut, kita baru akan melakukan rapat di Kuala Lumpur nanti, baru kita tetapkan kapan mencanangkan Vision Indonesia," kata Nugraha Besoes.

Namun demikian, ia mendukung upaya AFC yang melakukan terobosan dengan menunjuk Persib dan PSIM menjadi pilot project-nya. (*/lpk)