Manajer PSM Makassar H Erwin Aksa mengatakan, Sabtu, gaji pemain sudah siap untuk dibayarkan. Tidak ada keinginan pengelola menunda pembayaran gaji pemain, hanya masalah waktu sehingga belum dibayar seperti sebelumnya antara tanggal 1-5 setiap bulan berjalan.
Aksi para pemain yang hanya berada di lobi hotel Taman Marannu "home base" PSM dan menolak turun latihan di stadion Mattoangin akhirnya disikapi secara serius Manajemen dan langsung membayar gaji pemain seusai latihan.
Dana yang disiapkan pengurus dan menajemen PSM untuk membayar gaji pemain mnencapai Rop508 juta, jumlah tersebut belum termasuk bonus hasil kemenangan PSM atas Persem Malang 2-1 sebesar Rp50 juta.
SejumLah pemain mengaku bahwa aksi mogok latihan menjelang laga penting menghadapi Persegi karena gaji mereka terlambat dibayar. Dalam kesepakatan antara pemain dan manajemen, gaji pemain harus dibayar antara tanggal 1-5 setiap bulan berjalan. Sedangkan untuk gaji Juli 2005 terlambat sepuluh hari.
Selain gaji pemain dan pelatih, informasi lain juga menyebutkan bahwa biaya konsumsi di hotel juga sejak Juli ini terlambat diberikan manajemen kepada bagian catering yang selama ini menyiapkan makanan bagi pemain dan ofisial.
Pada bulan sebelumnya, pengelola telah menyerahkan dana untuk satu bulan Rp30 juta, atau rata-rata Rp1 juta setiap hari. Jumlah dana tersebut adalah perhitungan biaya minimal, sebab sering pihak pengelola menambah sekitar Rp5 juta dari keseluruhan biaya konsumsi, ujar bagian catering hotel Taman Marannu.
Keterlambatan pembayaran gaji pemain PSM, diduga akibat terjadinya perubahan manamejen tim pengelola pada putaran kedua kompetisi Liga Indonesia 2005 dengan masuknya sejumlah wajah baru dalam manajemen antara lain Sumirlan menggantikan posisi Syamsul Qanar sebagai asisten menajer yang bertugas mengurus gaji dan cataring pemain
Sementara dua manajer yakni Erwin Aksa dan Ilham Arif Siradjuddin (Walikota Makassar) sering beda pendapat dalam pengambilan keputusan, termasuk masalah penggantian pelatih M Basri.
Ilham menghendaki Basri tetap melanjutkan tugasnya sebagai pelatih hingga akhir musim kompetisi, tetapi Erwin ingin pelatih baru dan kemudian menunjuk Frits Korbach pelatih asal Belanda kelahiran Jerman. (*/rit)