Penandatanganan yang dilakukan di Beijing, Senin (18/7) itu disaksikan Presiden Vietnam Trand Duc Luong dan presiden Cina Hu Jintao.
Perjanjian mengenai akses Vietnam ke dalam WTO ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Vaietnam Truong Dinh Tuyen dan rekannya dari Cina Bo Xilai.
Sementara penandatanganan perjanjian antara ke dua pemerintahan mengenai provisi pinjaman preferensial Cina kepada Vietnam dilakukan Menteri Perencanaan dan Investasi Vietnam Vo Hong Phuc dan Menteri Perdagangan Cina Bo Xilai.
Menteri Perdagangan Vietnam menyatakan kepada pers, usai penandatanganan tersebut bahwa berbagai perundingan antara ke dua negara berlangsung complex, karena berbagai alasan.
Pada kesempatan itu ditetapkan tidak saja kerangka kerja peraturan WTO tetapi juga membahas mengenai zone perdagangan bebas Cina-Perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Vietnam juga menyampaikan rencana penurunan tarif untuk barang-barang Cina seperti yang dilakukan terhadap negara-negara ASEAN.
Cina merupakan mitra dagang terbesar Vietnam dan mitra dagang utama yang selalu meminta lebih menjamin akses pasar yang lebih baik bagi barang-barang dan produk jasa mereka.
Menurut Menteri Tuyen, serangkaian perundingan telah dilakukan secara bertahap sebelum kunjungan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao ke Vietnam Oktober lalu.
Selama kunjungan PM Cina itu, para pemimpin ke dua pihak menyampaikan niat mereka untuk mewujudkan suatu perundingan bilateral mengenai akses ke WTO secepat mungkin.
Tuyen menambahkan, pihak Cina juga berjanji untuk mendukung Vietnam dalam serangkaiana perundingan multilateral WTO babak mendatang.
"Saya menyampaikan masalah tersebut selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Cina dan berjanji mendukung Vietnam dalam babak perundingan multilateral mendatang, di mana merupakan suatu hal sangat penting bagi Vietnam dalam rencana penggabungannya ke dalam WTO." (*/bun)