"Untuk menutup defisit anggaran kita akan melakukan beberapa langkah termasuk privatisasi dan penjualan sisa aset. Kemarin kita mendapatkan Rp2,68 triliun dari Danamon. Bulan depan kita coba lepas saham BCA," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar di Jakarta, Kamis (4/8) malam.
Usai mengikuti rapat kerja Panitia Anggaran DPR yang membahas realisasi anggaran semester I 2005, Jusuf Anwar menyebutkan, dari pelepasan 5,02% saham itu diharapkan pemerintah dapat meraup dana lebih dari Rp3 triliun.
Ia mengharapkan, kondisi pasar pada September 2005 akan lebih kondusif dari kondisi bulan Agustus ini ketika pemerintah melepas 10,5% saham Bank Danamon, sehingga pemerintah mendapatkan harga maksimum dari pelepasan saham itu.
Pada tahun 1999, sebanyak 92,80% saham BCA dikuasai pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Melalui proses divestasi pada tahun 2002, kepemilikan saham pemerintah di BCA berkurang dan saham mayoritas dimiliki oleh investor baru Farindo Investment sebesar 52,03%.
Melonjaknya defisit anggaran negara akibat melambungnya beberapa pos belanja, terutama subsidi BBM karena melonjaknya harga minyak bumi jauh dari perkiraan yang disusun sebelumnya, menyebabkan pemerintah mencari alternatif pemenuhan pos pembiayaan di luar yang telah dianggarkan sebelumnya. (*/bun)