Kapten tim Persijap, Ebanda Timothee pada wartawan di Jepara, Jumat, mengatakan, pihaknya berharap para pendukung Persijap bisa sedikit membantu perjuangan para pemain.
Ebanda juga berharap agar tidak seluruhnya menumpahkan kesalahan pada pemain, terkait posisi Persijap di klasemen sementara yang terancam degradasi.
"Kompetisi di Indonesia banyak dipengaruhi soal-soal non teknis yang bisa 'membunuh' semangat bertanding pemain. Jadi kita ingin ketertinggalan ini tidak hanya disalahkan pada pemain. Kami tetap akan terus berjuang. Tidak ada pemain yang ingin timnya terkena degradasi," paparnya.
Pemain asal Kamerun itu, menambahkan, pihaknya semakin tak habis mengerti dengan sikap para pendukung Persijap.
Di saat timnya terjepit situasi untuk bisa lolos degradasi, mereka justru memberikan teror kepada timnya sehingga membuat permainan timnya menjadi kacau balau.
"Saya tidak bisa mengerti, mereka itu saudara kami atau bukan, saat berada di lapangan. Tidak usah mereka menteror, kami sebenarnya sudah mengalami tekanan yang berat. Jadi kalau mereka melakukannyaa, maka kerja kami semakin menjadi berat," katanya.
Ebanda mengakui, pertandingan yang akan dihadapi timnya di Liga Indonesia memang merupakan pertandingan yang berat.
Beban bagi timnya akan bertambah berat dari menit ke menit pada saat pertandingan berlangsung. Kepercayaan diri para pemain, bisa akan buyar saat mendapatkan tekanan dari luar lapangan pertandingan.
Sementara itu, Manajer Tim Setiyono berharap kemenangan atas Pelita KS (1-0) tidak membuat para pemainnya menjadi terlalu percaya diri.
Kepercayaan diri yang saat ini sudah terbentuk, setelah bisa mengalahkan Pelita KS, diharapkan bisa dijaga dengan sebaik-baiknya.
"Saya berharap pemain tetap terus berkonsentrasi terhadap dua sisa pertandingan yang masih ada," katanya sambil menambahkan Persijap masuh akan menjamu Persiba Balikpapan dan PKT Bontang. (*/rit)