"Kita tak punya pilihan, semua partai tandang yang tersisa kita anggap sebagai final, kita harus berjuang maksimal untuk meraih poin. Syukur bisa raih tiga poin, kalau tidak minimal kita harus bisa meraih satu poin," kata Wakil Manajer Tim PSIS, Setyo Agung Nugroho di Semarang, Jumat.
Tiga lawan yang dimainkan di kandang lawan adalah Deltras Sidoarjo (16/8), Persekabpas Kabupaten Pasuruhan (20/8) dan terakhir lawan PSS Sleman (27/8).
Dia menjelaskan, untuk lolos ke babak delapan besar (empat besar wilayah) setiap tim butuh sedikitnya 41 poin, padahal saat ini PSIS baru mendapatkan 39 poin. Sehingga masih perlu tambahan dua poin lagi.
Sulitnya, tiga lawan yang bakal dihadapi di partai sisa, semuanya juga butuh angka, baik untuk mengamankan klub dari degradasi, ataupun untuk lolos ke babak delapan besar.
Agung menambahkan, Deltras yang kini mengantongi nilai 24 dari 20 kali main, perlu anyak angka untuk lolos dari degradasi.
Deltras harus mampu merenggut nilai 30 untuk benar-benar aman sehingga mereka butuh tambahan enam poin.
Sedangkan Persekabpas dengan nilainya saat ini, 30 poin sudah aman darui degradasi tetapi kalau ingin maju ke delapan besar masih perlu tambahan nilai 11 lagi dan salah satunya, akan diincar dari PSIS, karena ini adalah partai home.
PSS Sleman, lanjut dia, memang relatif aman dari degradasi, tetapi dengan nilai 31, PSS juga sangat berpeluang ke babak empat besar, jadi tim asuhan pelatih Daniel Roekito itu masih berupaya keras untuk bisa lolos.
Jadi, kata Agung, mau tidak mau, pihaknya harus berupaya keras sendiri untuk meraih angka demi angka dari partai tandang tersebut.
Memang, lanjut Agung, pihaknya masih menyisakan satu partai tunda di tempat netral melawan PSPS Pekanbaru selama 28 menit, tetapi hal itu sudah tak masuk hitung-hitungan timnya.
"Kita jangan berandai-andai dengan PSPS. Pokoknya apa yang ada di depan mata, itu yang kita maksimalkan. Saya yakin ini bakal tidak mudah, tetapi kami yakin, kali ini pertandingan bakal sulit diprediksi," paparnya. (*/rit)