< >

Iwan Fals Bicara Tentang Wakil Rakyat

Senin, 15 Agustus 2005 16:33
Kapanlagi.com - Sikap para wakil rakyat yang di era sekarang mulai "suka" gontok-gontokan dinilai musisi kondang Iwan Fals sebagai perubahan signifikan demi lahirnya kembali Republik Indonesia yang bersih dan tidak kembali ke era 'yes man'.

"DPR gontok-gontokan itu bagus," ujar Iwan, penyanyi yang terkenal dengan lagu-lagu kritik sosial dan disebut-sebut sebagai Bob Dylan-nya Indonesia.

Pernyataan itu dikatakan Iwan sat ditanya seputar masih relevan atau tidak lagu Surat Untuk Wakil Rakyat yang dibawakannya saat tampil menjelang akhir konser musik akbar A Mild Live Soundrenaline 2005 yang bertema Reborn Republic di Semarang, Minggu.

Iwan Fals mengatakan lagu itu sengaja ia bawakan sebagai peringatan atau sebagai tanda ber-`stabilo` tebal agar wakil rakyat benar-benar memikirkan nasib rakyat pemilihnya, tidak seperti dulu yang digambarkannya dalam lirik 'Wakil Rakyat Bukan Paduan Suara'.

Lagu tersebut, kata Iwan, memang diciptakannya untuk mengkritik para legislator yang mementingkan keamanan dan kenyamanan diri sendiri, sementara tuntutan rakyat pemilih boleh dibilang nyaris tidak digubris. "Ya dulu itu DPR mirip paduan suara," katanya.

Pada konser itu, Iwan Fals menyanyikan lagu-lagunya tersebut dengan diiringi grupnya yang terdiri atas Sonata (gitar), Dedi Kurniawan (drum) Edi Karome (kibor) dan b>Heri Buchairi (bas). Di antara sembilan lagu, ia juga menyanyikan sebuah lagu yang menyinggung ketidakberesan reformasi.

Bukan reformasi tapi masih repot nasi, demikian kurang lebih penggalan lirik lagu tersebut.

Iwan juga merujuk tokoh reformasi Amin Rais, yang menurutnya juga berpendapat sama dengan dirinya bahwa ada gejala penyimpangan dari niat baik reformasi, yang dulu digerakkan untuk memperbaiki kehidupan rakyat yang lebih demokratis. (*/erl)

Lihat Profil: Iwan Fals



Arsip Foto Iwan Fals
114.jpg
113.jpg
112.jpg
111.jpg