< >

Polri Percepat Penarikan Pasukan dari Aceh

Selasa, 16 Agustus 2005 21:00
Kapanlagi.com - Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengatakan, pihaknya akan mempercepat penarikan anggotanya dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyusul penandatanganan nota kesepakatan damai Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Helsinki, Finlandia, Senin (15/08).

"Penarikan pasukan kita mulai dari sekarang, karena kondisinya sudah makin kondusif," katanya usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keterangan pemerintah atas RAPBN 2006 serta nota keuangannya di depan sidang paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa ((16/08).

Sesuai kesepakatan damai tersebut, penarikan pasukan non organik baik TNI maupun Polri dimulai 15 September hingga Desember 2005.

Pasukan organik yang diijinkan berada di wilayah NAD adalah 14.900 tentara dan 9.100 polisi.

Namun, menurut Sutanto, Polri telah menarik 780 anggotanya dari wilayah Aceh yang selama puluhan tahun terjadi pertikaian dan pertumpahan darah tersebut.

"Kita telah tarik 780 personil. Sebentar lagi, akan kita tarik 1.300 personil lagi. Sehingga, pada akhir Desember, hanya tinggal pasukan organik di Aceh," ujarnya.

Meski mempercepat penarikan pasukan, namun Polri, katanya, tetap akan menjamin keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum di Aceh.

Mengenai kemungkinan ada anggota GAM yang membawa senjata, Sutanto mengatakan, mereka bukan anggota GAM.

"Mereka bukan GAM, tapi pelaku kriminal. Mantan anggota GAM pun tidak akan setuju dengan hal itu," katanya.

Ditanya apakah Polri akan melibatkan mantan pasukan GAM dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan, Sutanto mengatakan, semua potensi masyarakat di wilayah Aceh akan dilibatkan. (*/lpk)