Diwarnai 'Hujan' Kartu, PSIS Tahan Deltras 2-2

Kapanlagi.com - Diwarnai "hujan" kartu merah dan kuning, PSIS Semarang berhasil menahan imbang tuan rumah Deltras Sidoarjo 2-2 (1-2) dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia Wilayah Barat di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa petang.

Wasit Sofa Sumarsono mengeluarkan dua kartu merah yakni kepada Hilton Moreira (5') dan De Porras --dua kali kartu kuning-- (72'), selain tiga kartu kuning masing-masing kepada Maman Abdurrahman, Modestus Setyawan (PSIS) dan Waluyo (Deltras).

Deltras sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Ebentje Rudolf menit ke-22 dan Putut Waringin Jati ke-37. Sedangkan, dua gol balasan PSIS, semuanya diborong striker asal Argentina De Porras masing-masing menit ke-27 dan ke-58.

Dengan hasil ini membuat, Deltras makin terpuruk di peringkat ke-13 dan hampir terancam degradasi dengan hanya mengemas 24 poin dari 22 kali main (6 menang, 7 seri dan 9 kalah).

Sementara, bagi PSIS dengan hasil seri ini, makin kokoh di papan atas (peringkat 2) dan memastikan diri lolos ke delapan besar dengan mengoleksi 40 poin dari 23 main (10 menang, 10 seri dan 3 kalah).

Pertandingan yang dipimpin wasit Sumarsono sejak awal sudah menunjukkan permainan keras, bahkan menjurus kasar. Pemain kedua tim sering melakukan "tackling" keras dan siku-sikutan, sehingga sering terjadi adu dorang antar mereka dan baru lima menit Hilton Moreira sudah dikeluarkan wasit, karena diketahui memukul De Porras.

Aksi pemukulan Hilton itu terjadi, setelah De Porras terlibat "cekcok" dengan Ebentje Rudolf, kemudian Hilton emosional dan langsung memukul De Porras. Wasit Sofa dari Jakarta mengeluarkan kartu merah kepada Hilton dan menganjar kartu kuning kepada De Porras.

De Porras terpaksa juga harus keluar lapangan, karena pada menit ke-72, striker asal Argentina itu kembali diganjar kartu kuning kedua, setelah melakukan pelanggaran kepada libero Deltras Mashady.

Meski tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-5, Deltras yang berambisi merebut poin penuh itu tampil agresif dan menekan, sementara PSIS mengimbangi dengan bermain tenang dan taktis lewat umpan-umpan pendek-cepat, sehingga kedua tim terlibat dalam permainan saling menyerang.

Melalui serangan sporadis cepat, Deltras menit ke-22 membuka gol pertama lewat sundulan Ebentje Rudolf, yang memanfaatkan tendangan penjuru Leandro Braga. Namun, kedudukan itu tak bertahan lama, karena lima menit kemudian (27`), PSIS menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendangan De Porras yang gagal diantisipasi kiper Ari Kurniawan.

Deltras pantang menyerang dan mereka terus menekan, sehingga pada menit ke-37 tim berjuluk "The Lobster" itu sempat unggul 2-1, lewat tendangan Putut Waringin Jati. Kedudukan itu bertahan sampai babak pertama usai.

Pada babak kedua, Deltras terus berinisiatif menyerang, sebaliknya PSIS tetap tampil tenang dan taktis. Melalui serangan cepat, PSIS pada menit ke-58, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, setelah sontekan De Porras gagal ditangkap Ari Kurniawan dan kedudukan imbang itu bertahan sampai babak kedua usai.

Pelatih Deltras Yusack Sutanto mengakui, kunci utama kekalahan tinmya itu, karena Hilton Moreira yang diharapkan menjadi "bintang", justru terkena kartu merah, akibat kecerobohannya memukul De Porras.

"Sejak Hilton dikeluarkan dari lapangan, permainan anak-anak menjadi kacau. Kalau seperti ini, sulit bagi Deltras untuk keluar dari zone degradasi," katanya pasrah.

Sementara itu, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah mengaku senang dengan hasil imbang ini, meskipun dinilainya, permainan anak asuhnya kurang maksimal, terutama dalam melakukan penyelesaian akhir.

"Kalau anak-anak bermain tenang dan wasit memimpin bagus, mungkin PSIS menang, karena akibat kepemimpinan wasit yang kurang tegas, emosi anak-anak terpancing, termasuk dua kartu kuning de Porras," katanya sambil menambahkan bahwa de Porras "korban" provokasi pemain Deltras dan wasit. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com