Malayasia yang melaju pada babak final itu setelah mengalahkan tim Laos dengan skor 2-1, sementara Myanmar memenangkan pertandingan dengan adu pinalti setelah pertambahan waktu 2x15 menit dengan skor 6-5.
Keberhasilan tim Malaysia pada kejuaraan sepakbola usia 20 tahun yang untuk kali pertama dilaksanakan ini setelah kampten kesebelasannya Mohd. Aidil Shafiq memotori jalannya pertandingan untuk melakukan serangan ke daerah lawan Laos itu.
Permainan yang berimbang kedua kesebelasan itu sempat disaksikan Walikota Palembang, Eddy Santana Putra dan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes serta utusan dari Federasi sepakbola Asia dan sekitar seribu penonton lainnya.
Kesebelasan Malaysia sejak pluit dibunyikan wasit Riyaz Rasheed dari Maladewa itu, terlihat begitu menggebu-gebu melakukan penyerangan ke daerah pertahanan Laos yang dijaga Vongsakda Sianphongsay itu.
Serangan dengan umpan bola pendek yang dimankan tiga pemain depan Malaysia Mohd Khril Muhymeen, Wan Mohamad Aliff dan Mohhamad Zaquan Adha itu ternyata membuahkan hasil dengan memanfaatkan kemelut dimulut gawang.
Mohamad Zaquan Adha yang berdiri di posisi menguntungkan itu dan menerima bola dengan pumpan pendek langsung menyerangkan bola ke gawang Laos yang tidak bisa ditangkap Vongsakda Sianphongsay, sehingga terjadi gol pada menit 37 babak pertama itu hingga turun minum skor sementara 1-0 untuk kemenangan Malaysia.
Memasuki babak kedua Mohamad Zaquan Adha yang berada di daerah pertahanan lawan, memanfaatkan serangan balik yang diumpan lampung oleh Mohd Aidil Zafuan dari garis belakang pertahanan Malaysia itu.
Umpan tersebut dapat dimanfaatkan Mohamad Zaquan adha yang hanya dijaga satu pemain belakang laos, Namun pemain laos kalah berpacu lari dengan pemain malaysia itu, sehingga Gawang Laos bobol pada menit ke - 80.
Melihat kebobolan dua gol, dengan waktu yang tersisa sekitar sepuluh menit itu, laos mencoba mendobrak pertahanan Malaysia dengan mengerahkan seluruh pemain untuk maju kedepan. Serangan demi serangan yang dilancarkan Laos dapat dipatahkan, namun menjelang detik-detik terakhir babak kedua, Malaysia mengalami kebobolan dengan tendangan dalam garis pinalti oleh Bounphone Khensisana.
Penjaga gawang Malaysia Amini Ahmad Tabari sempat mencoba untuk menepis bola yang diarahkan pada rusuk kiri gawang, namun gagal dan akhirnya skor menjadi 2-1 untuk kemenangan Malaysia.
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra menyatakan kekecewaannya terhadap tim Indonesia yang tidak lolos pada babak semi final kejuaraan sepakbola Asia usia 20 tahun itu.
"Saya inginkan memberikan semangat untuk tim Indonesia, tapi nasib belum mujur sehingga kalah menjelang babak semi final itu. Akibat dari tidak adanya tim Indonesia pada babak semi final ini, sehingga penonton sepi," kata Eddy dengan bercanda.
ia berharap, pada Final Malaysia melawan Myanmar nanti, masyarakat Palembang akan berduyun-duyun untuk menyaksikan partai tersebut sebagai motivasi untuk memajukan olahraga persepakbolaan khususnya di Palembang ini.
"Kalau perlu PS Palembang dan Sriwijaya FC ini dibesarkan lingkupnya melalui perekrutan pemain yang lebih bermutu lagi," demikian Walikota Palembang. (*/rit)