Donna Agnesia: Olahraga Harus Jadi Industri
Kapanlagi.com - Sukses Chrisjohn mempertahankan gelar juara dunia tinju WBA dan Taufik Hidayat sebagai pemain putra pertama meraih medali emas bulu tangkis Olimpiade dan dunia secara bersamaan, tampaknya belum cukup bagi Donna Agnesia. "Kita mengalami banyak kemunduran," kata Donna kepada wartawan, usai tampil sebagai salah seorang pembicara dalam talk show "Enervon C", produk suplemen di mana ia menjadi duta promosinya, di Jakarta, Selasa (23/08). Presenter yang meraih nominasi SCTV Awards 2005 itu agaknya kecewa karena Indonesia, yang pernah dikenal sebagai "raja bulu tangkis", hanya meraih dua gelar juara dari enam jenis pertandingan yang diikuti dalam kejuaraan dunia di California, Amerika Serikat, belum lama ini. Menurut dia, dunia olahraga di tanah air harus dikelola sebagai industri agar melahirkan putra putri terbaik bangsa yang mampu berprestasi dan tidak khawatir akan masa tuanya bila kelak "pensiun". "Banyak pahlawan olahraga kita yang tidak terurus di masa tuanya. Contoh, Elias Pical. Saya sedih sekali, petinju yang namanya pernah mendunia sekarang harus mengalami nasib seperti itu sampai terlibat kasus narkoba," katanya. Ketertarikan Donna pada dunia olahraga disebabkan dirinya memang gemar berolahraga sejak kecil. Sampai saat ini pun ia mengaku rutin ke pusat kebugaran dua kali dalam seminggu. "Sejak kecil saya suka olahraga. Sekarang pun saya dua kali seminggu ke gym," kata pecinta olaharaga bola basket tersebut. Ketika ditanyakan tentang kesediaannya menjadi ikon Enervon-C, ia mengaku sudah "berkenalan" dengan suplemen tersebut sejak masih kuliah dan merasa cocok. "Profesi saya menuntut banyak tenaga. Suplemen ini cocok dan banyak manfaatnya bagi saya," demikian kata Donna. (*/dni) |