"Bukan hanya masalah kepengurusan, tapi juga dampaknya cukup besar terhadap persepakbolaan Indonesia dengan seringnya perkelahian antar pemain, penonton dan pemukulan wasit itu," kata Adhyaksa Dault di Jakarta, Rabu (24/08).
Diakuinya, pihaknya telah meminta KONI untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di tubuh PSSI tersebut, namun hingga kini belum ada langkah-langkah yang lebih nyata dan sangat perlu dibantu penyelesainnya.
Menurut Dia, Munaslub memang bukan satu-satunya yang dapat menyelesaikan permasalahan di PSSI itu, namun alangkah baiknya dengan Munaslub tersebut sebagai langkah awal untuk melakukan pembenahan.
"Saya yakin dan percaya perubahan akan terjadi, apabila dibenahi dengan baik dan benar dan bukan dibiarkan saja," katanya.
Hal senada berkaitan Munaslub juga disampaikan Pengda PSSI Banten dengan harapan agar Pengda lain dan anggota PSSI tidak hanya sekadar mengeluarkan pernyataan supaya pengurus harian PSSI menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub), melainkan membuktikannya dengan tindakan nyata.
H Yitno, Ketua Pengda PSSI Banten, ditemui wartawan menyatakan, kekecewaannya atas sikap pengda dan anggota PSSI lain yang belum melakukan tindakan nyata mendesak pengurus harian PSSI menggelar Munaslub untuk mencari pengganti Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI.
"Mereka jangan cuma ngomong doang, buktikan kalau mereka mau membenahi organisasi yang sudah kacau ini," kata Yitno. (*/lpk)