"Jangan biarkan PSSI dalam kondisi seperti saat ini terus, harus segera dicarikan solusi bijak. Karena itu, saya besok (Jumat,red) akan bertemu dengan pengurus PSSI untuk membahas masalah itu," katanya usai membuka Kejurnas Kempo Antarkota ke-V/2005 di GOR Serbaguna Sidoarjo, Kamis petang.
PSSI saat ini dilanda krisis kepemimpinan, setelah Ketua Umum Nurdin Khalid dijatuhi vonis hukuman penjara selama 2,5 tahun terkait kasus impor gula ilegal, beberapa waktu lalu.
Kalangan bola dan Penga PSSI di daerah kebanyakan mendesak PSSI harus segera menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) untuk mengatasi krisis tersebut dan memilih ketua umum baru.
Agum yang mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan bahwa jika krisis kepemimpinan dibiarkan terus akan merusak kepercayaan insan bola seluruh Indonesia, bahkan di mata asosiasi sepakbola Dunia (FIFA), Asia (AFC) dan Asia Tenggara.
"Sekarang saja sepakbola kita (Indonesia,red) sudah diwarnai gejolak, misalnya kerusuhan-kerusuhan. Ini harus segera diatasi dengan kepemimpinan PSSI yang berwibawa," katanya mantan Menteri Perhubungan (Menhub) ini.
Menurut dia, solusi bijak itu tidak harus melalui Munaslub, bisa cukup Raparnas (Rapat Paripurna Nasional) PSSI ataupun hasil penunjukkan. Namun, lanjut dia, yang terpenting krisis kepemimpinan PSSI teratasi dan memiliki Ketua baru yang berwibawa untuk menjalankan roda organisasi.
Menyinggung secara pribadi apakah Agum berkeinginnan penyelesaian krisis PSSI ini melalui Munaslub, Rapatnas atau penunjukkan, ia secara diplomatis mengatakan, dirinya akan menempuh cara yang solutif demi kemajuan sepakbola Indonesia. (*/lpk)