< >

Jadwal Diuundur, PSMS Ancam Mundur dari Liga Djarum

Jum'at, 26 Agustus 2005 23:23
Kapanlagi.com - PSMS Medan yang dijuluki tim "Ayam Kinantan" mengancam mundur dari kancah laga Liga Djarum Indonesia XI, setelah PSSI memundurkan jadwal pertandingan Arema Malang dengan Persib Bandung di Malang yang semula Rabu, 31 Agustus diundur menjadi Kamis, 1 September 2005.

Manajer Tim PSMS, Ramli Lubis kepada wartawan di Medan, Jumat (26/08), mengatakan alasan PSSI mengundurkan jadwal tersebut karena pada hari yang sama dan di tempat yang sama, berlangsung pertandingan Arema vs Persib, dan bukan memundurkan pertandingan Persema vs Petro.

Menurut Lubis, menjadi pertanyaan bagi PSMS, kenapa bukan pertandingan Persema vs Petro dimundurkan. Dan ini sepertinya ada udang di balik batu, dari pengunduran jadwal Arema vs Persib.

Ia menjelaskan, antara PSMS, Persib dan Persikabpas saat ini sedang bersaing merebut tiket delapan besar. Dan peluang PSMS untuk mendapatkan tiket tersebut diantaranya di kandang melawan Deltras Sidoharjo, Rabu, (31/08).

Selain itu, katanya, pada hari yang sama menurut jadwal semula, Persib bertarung dengan Arema di Malang. Dan hasil pertandingan ini sangat menentukan baik bagi PSMS maupun Persib. Persib sekarang ini berada di urutan enam dengan nilai 37.

"Bila kita menang dari Deltras dan Persib Kalah, peluang PSMS terbuka setelah pada pertandingan berikutnya, PSMS akan menghadapi Persiksabpas, Minggu (04/09) dan Persib menghadapi Persija pada hari yang sama di Jakarta," ujarnya.

Ia menjelaskan, PSMS telah mengajukan protes kepada PSSI meminta pertandingan PSMS vs Deltras diundurkan sama dengan pertandingan Arema vs Persib, Kamis (01/09). Namun protes PSMS ini ditanggapi Ketua Liga PSSI Andi Darussalam Tabusala melalui faksimili, Jumat (26/08) menyatakan pertandingan PSMS vs Deltras tetap, tidak berubah, Rabu, (31/08).

Membaca keputusan PSSI tersebut, Ramli dengan tegas menyatakan, PSMS akan mundur dari Liga Djarum Indonesia. Dan penegasan Ramli, PSMS akan mundur, mendapat dukungan dari penasehat tim yaitu Amran YS, H.Syamin Pardede dan Drs Fredy Hutabarat setelah berunding pada pertemuan khusus. (*/lpk)