Fossati merupakan pelatih yang dikenal selalu merokok saat menyaksikan anak asuhannya bertanding. Selama 90 menit, kepulan asap tidak lepas dari mulut Fossati. Karena kebiasaan itulah kemudian Fossati harus masuk rumah sakit dan baru keluar sabtu dinihari wib.
Setelah keluar dari rumah sakit, Fossati merasa optimis dirinya bisa meninggalkan kebiasaannya itu. Meski untuk meninggalkannya, lebih sulit ketimbang harus membawa anak asuhannya melawan Kolumbia diajang babak kualifikasi Piala Dunia 2006 zona Amerika Selatan awal september mendatang.
"Saya akan kembali kedalam kehidupan normal. Saran yang diberikan kepada saya untuk berhenti merokok akan saya perhatikan," katanya. Fossati yang mantan kiper berusia 52 tahun ini secara tegas mengatakan akan berhenti merokok.
"Mengalahkan Kolumbia merupakan sebuah pekerjaan yang sulit namun dengan materi pemain terbaik yang kami miliki pekerjaan itu akan segera terjawab. Bukan saja bisa mengalahkan Kolumbia namun kami juga akan lolos secara otomatis ke Jerman."
Uruguay akan menjamu Kolombia di Montevideo pada 4 september mendatang dan bagi kedua tim hasil pertandingan sangat berpengaruh untuk membuka peluang ke Jerman 2006 mendatang. Uruguay yang dua kali pernah meraih gelar Juara Dunia ini saat ini berada diperingkat ke-7 dari 10 negara dengan menuai 18 angka dari 15 pertandingan.
Sementara posisi Kolumbia lebih baik dengan 20 angka dan berada diperingkat kelima. Empat tim teratas dari zona Amerika Selatan ini secara otomatis akan lolos ke Jerman sementara peringkat kelima akan memainkan partai playoff melawan juara Oceania. Kedatangan Fossati akhir 2004 silam mampu mengembalikan kepercayaan diri dan krebilitas Uruguay. (jkn/tut)