Saat berkampanye di ibukota Liberia, Monrovia, George Weah dielu-elukan para pendukungnya. Di orasinya, Weah merasa yakin dirinyua bisa menciptakan kedamaian dan pengembangkan perekonomian Liveria yang terpuruk akibat perang saudara.
"Saat saya melihat muka anda maka saya melihat masa depan," ujar George Weah yang langsung disambut teriakan histeris para pendukungnya. Para pendukung Weah tak lupa mengibatkan bendera bertuliskan ``Rescue Liberia, Vote Weah.''
Selain Sekou Conneh yang merupakan mantan pemimpin pemberontak kandidat lain Ellen Johnson-Sirleaf juga patut diperhitungkan. Tidak dipungkiri Conneh memiliki jutaan pendukung sementara Ellen Johnson-Sirleaf merupakan seorang pejabat di Citibank dan Bank Dunia.
Sementara George Weah yang mantan pemain terbaik dunia 1995 ini belum sarat dengan pengalaman politik. Weah dikenal sebagai pelatih sekaligus pemain tim nasional Liberia dan diperkirakan Weah mengeluarkan semua dana kampanyenya dari kantong pribadi.
Pemilihan Presiden akan digelar pada 11 Oktober mendatang dan dijaga hampir 15.000 tentata PBB diseluruh negeri sekaligus mengakhiri krisis yang mulai terjadi pada 1998 sampai 2003 silam. Para lawan Weah menyerangnya dengan mempertanyakan pendidikan yang dienyam oleh Weah untuk bisa memimpin negara.
``Politisi memang berada disana dan kini waktunya rakyat untuk bangkit," ujar Weah dalam sebuah wawancara. "Dengan pendidikan dan pengalaman politik, terbukti mereka gagal melakukan apapun untuk Liberia."
Weah menjadi dutabesar UNICEF pada tahun 1997 dan ia elah membantu menyadarkan bahaya penyakit AIDS dan HIV dai Afrika melalui sejumlah pendidikan. Jika menang, ia akan memfokuskan pada 70.000 mantan pejuang dalam sebuah lapangan kerja.
Weah juga akan mengubah konstitusi masa jabatan presiden dari enam menjadi hanya 4 tahun. Sebagai seorang pesepakbola, Weah memang piawai menggiring bola saat memperkuat Chelsea dan AC Milan, Monaco dan Paris Saint Germain.
Kejayaaan Weah membuka mata dunia akan begitu banyaknya talenta sepakbola asal Afrika. Kini kepiawaian Weah sebagai politisi akan diuji oleh rakyat Liberia apakah mereka akan mempercayai seorang legenda sepakbola menjadi pemimpin negara. (jkn/tut)