Koordinator Media sarasehan nasional, Tomie Dono di Bogor, Kamis menjelaskan, gagasan yang melibatkan berbagai pihak dengan kontribusi yang sesuai dengan kompentensi dan ide segar untuk memperoleh formulasi tepat itu mampu dimunculkan guna memperbaiki pengelolaan taman nasional di Indonesia.
"Hasil itu adalah dalam rangka mendorong kemitraan pengelolaan Taman Nasional, sebagai upaya pengelolaan Taman Nasional secara efektif dan menyelamatkan Taman Nasional sebagai benteng terakhir ekosistem alam Indonesia," katanya
Ia mengemukakan, jumlah model pengelolaan yang tersebar mulai dari Taman Nasional Leuser di ujung barat hingga Taman Nasional Wasur di ujung timur, terbagi dalam enam (6) regional, Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua.
Untuk regional Sumatera ada 19 gagasan model di sembilan (9) taman nasional, Jawa delapan (8) gagasan di delapan (8) tempat. Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara lima (5) gagasan di empat (4) taman nasional; Kalimantan enam (6) gagasan di empat (4) taman nasional, dua (2) di hutan lindung; Sulawesi lima (5) gagasan di lima (5) taman nasional.
Sedangkan untuk Maluku dan Papua, empat (4) gagasan di empat (4) taman nasional.
Sarasehan nasional itu dilakukan atas kerjasama para pihak yang berkompeten terhadap lingkungan seperti Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Keanekaragaman Alam (PHKA) Dephut, Program Kehutanan Multi Pihak (MFP), Birdlife Indonesia, CIFOR, KEHATI dan LATIN (LembagaAlam Tropika Indonesia.
Selain itu, juga WWF Indonesia, RMI (Rimbawan Muda Indonesia), Sylva Indonesia, PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia), WARSI, ESP-USAID, Conservation Internasional dan WCS (Wildlife Conservation Society). (*/erl)