< >

Sejumlah Lahan Pertanian Batul Alami Kekeringan

Sabtu, 03 September 2005 05:28
Kapanlagi.com - Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilanda kekeringan, akibatnya tanaman padi dan palawija terancam kekurangan pengairan .

Pemantuan ANTARA Biro Yogyakarta, Jumat, menunjukkan, lahan pertanian di Bantul yang dilanda kekeringan diantaranya di wilayah Kecamatan Dlingo, dan Desa Wonolelo Kecamatan Pleret.

Selain itu, lahan pertanian di Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Seloharjo Kecamatan Pundong dan Argodadio Kecamatan Sedayu.

Ponijan (60) dan Dasuki (52), keduanya petani di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, menyatakan, kondisi alam seperti ini terjadi sejak sekitar sebulan terakhir.

"Hampir semua lahan pertanian di Kecamatan Dlingo adalah merupakan lahan tadah hujan, dan sejak sekitar satu setengah bulan terakhir tidak turun hujan, sehingga berakibat lahan menjadi kering kekurangan air," kata mereka.

Menurut mereka, dengan kondisi alam seperti itu, maka setidaknyua 2000 hektare tanaman padi dan palawija di Dlingo kekurangan air irigasi, dan dikhawatirkan akan layu dan mati serta tidak bisa dipanen.

Sementara itu, Jumaldi (45) dan Sasmito (65), keduanya petani di Desa Argodadi Kecamatan Sedayu Bantul, menyatakan, pihaknya dan para petani di desa ini kini kesulitan dalam mengairi sawahnya.

"Debit air sungai sangat berkurang dibandingkan tiga bulan lalu bahkan sering kering, maka sawah sulit memperoleh irigasi, sehingga terpaksa hanya ditanami palawija," kata Jumaldi.

Jumaldi mengharapkan agar musim kemarau tahun 2005 tidak berkepanjangan, dan sejak Nopember nanti sudah mulai musim hujan, sehingga para petani di Bantul mudah memperoleh air irigasi melalui air sungai. (*/erl)