< >

Asteng Kawasan Kya Air Dunia

Minggu, 04 September 2005 09:34
Kapanlagi.com - Delegasi Indonesia pada Forum Air Asia II Rachmat Witoelar yang juga Menteri Lingkungan Hidup, ditemui usai penutupan forum tersebut, di Nusa Dua, Sabtu, kepada pers mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara (Asteng) merupakan salah satu kawasan yang kaya air di dunia.

Selain itu, Asia Tenggara juga merupakan salah satu kawasan dengan jumlah populasi terbesar, yakni sekitar 522 juta orang tahun 2002 dengan pertumbuhan populasi 2,1% pertahun.

Hampir 33% dari populasi tersebut tinggal di daerah perkotaan dan diperkirakan meningkat tiga persen setiap tahunnya.

Indonesia sendiri, memiliki jumlah sumber daya air terbesar. Permasalahan mengenai pengelolaan sumber daya air di Indonesia, yaitu keprihatinan atas kerusakan di daerah aliran sungai (DAS), mengingat terlalu banyaknya air yang menyebabkan kebanjiran pada musim hujan. Disamping terlalu sedikitnya air yang menyebabkan kekeringan pada musim kemarau, serta air kotor yang disebabkan dipakainya badan-badan air seperti sungai, saluran, danau dan waduk sebagai tempat pembuangan limbah pemukiman, industri dan pertanian.

Rusaknya resapan air daerah aliran sungai, mengakibatkan peningkatan bencana banjir dan tanah longsor selama sepuluh tahun terakhir.

Oleh sebab itu, diperlukan satu langkah bersama dari komponen stakeholders sumber daya air, baik di tingkat nasional dan regional untuk bekerjasama dan bertukar pengalaman guna mencapai pengelolaan sumber daya air dengan lebih baik melalui partisipasi masyarakat luas. Menyinggung Forum Air Asia, ia mengemukakan forum ini dimaksudkan untuk membangun sebuah komitmen kerjasama regional dalam rangka implementasi prinsip dan proses pengeloloan terpadu sumber daya air (Integrated Water Resources Management - WRM) untuk menuju pengelolaan sumber daya air yang efektif dan penggunaan air yang efisien.

Delegasi Malaysia Dato Sazmi bin Miah mengemukakana, ke depan masing-masing negara di Asia Tenggara perlu melakukan pengelolaan air secara baik dengan menggunakan teknologi yang memadai, sehingga tidak menimbulkan malapetaka bagi masyarakat.

"Air perlu dikelola dengan baik dengan memanfaatkan teknologi memadai, mengingat ke depan air akan menjadi komoditi sebagaimana halnya sektor nonmigas," ujarnya.

Mengenai perlunya keberadaan Forum Air Asia, ia mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara menghadapi isu-isu tentang sumber daya air yang cukup unik, diantaranya mennyangkut letak geografi, budaya, kekayaan alam, serta status sosial ekonomi negara-negara Asia Tenggara.

"Forum ini diharapkan menjadi wahana untuk memperkuat spirit kerjasama diantara stakeholders kepentingan dari negara-negara di kawasan Asian Tenggara, untuk merealisasikan gagasan dan aspirasi bersama menjadi suatu kerjasama nyata," demikian Dato Sazmi bin Miah.

Forum Air Asia II bertema 'Menuju Pengelolaan Sumber Daya Air yang Lebih Baik Melalui Partisipasi Masyarakat', dengan mencakup tiga tema bahasan, diantaranya meningkatkan agenda nasional sumber daya air dan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai dan daerah perkotaan yang berkembang. (*/erl)