Kintamani Diupayakan Jadi Anjing Trah Dunia

Kapanlagi.com - Upaya menjadikan anjing Kintamani, Bali sebagai anjing trah di dunia sangat gencar dilakukan, namun sepakterjangnya masih mengalami kendala dari Federation Cyinologyque Internationale (FCI).

FCI yang bermarkas di Belgia belum mengakui anjing Kintamani bagian dari anjing trah dunia, dengan alasan belum adanya usaha pemurnian anjing Kintamani di masa lalu, kata Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali, Drh Komang Suarsana, MMA di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, standar ras atau model ideal yang diperlukan untuk mendiskripsikan ras anjing Kintamani, yang selanjutnya dijadikan acuan dalam pemurnian.

Dari Indonesia belum ada satu jenis anjingpun masuk dalam 400 trah anjing di dunia, padahal dari segi penampilan anjing Kintamani mempunyai mutu dan bentuk fisik sejajar dengan anjing ras di dunia.

Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) sebagai induk organisasi Kinologi di Indonesia telah mengakui anjing Kintamani, yang habitat asli terdapat di Desa Sukawana, 60 km timur laut Denpasar telah mengakuinya sebagai anjing ras.

"Namun hal itu belum cukup jika tidak ada pengakuan dari FCI," ujar Komang Suarsana seraya menambahkan, FCI bertindak sebagai badan pembuat daftar anjing-anjing ras dunia yang bermarkas di Belgia, induk organisasi peranjingan terbesar di dunia.

Berbagai pihak berupaya mendapatkan pengakuan FCI, bahkan hingga sekarang menjadi program kerja Perkin. Wadah para penggemar anjing sedang dalam proses pembakuan anjing asli Indonesia, yakni anjing Kintamani, Bali.

"Anjing Kintamani, Bali diusulkan memperoleh pengakuan dan disyahkan sebagai anjing trah Indonesia," ujar Suarsana seraya menjelaskan, seorang dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Drh Pudji Rahardjo periode Desember 1978 hingga Januari 1979 telah meneliti anjing Kintamani tersebut.

Dengan dukungan ahli peranjingan asal Belanda Wenny E. Ressang Groenewengen menemukan anjing Kintamani yang ideal untuk dijadikan anjing ras.

"Hingga kini masih diperjuangkan agar anjing Kintamani, mendapat pengakuan sebagai anjing ras asli Indonesia," harap Suarsana. (*/erl)

©2003-2007 KapanLagi.com